Senin, Januari 26, 2026

Samsung Berikan Bantuan Untuk Sulawesi Tengah

Must Read

Moneter.id – Samsung menyerahkan donasi sebesar Rp 7,5
Miliar melalui Palang Merah Indonesia (PMI) dan menambahkan bantuan
  senilai Rp 1,5 milyar dengan membangun Posko
Samsung Peduli atas bencana gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten
Donggala, dan Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah.

Dengan status masa tanggap darurat yang saat
ini masih dikenakan, maka penggunaan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai
rekomendasi dari PMI dan dievaluasi secara berkala agar dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan para korban dan pengungsi.

JaeHoon Kwon,
President Samsung Electronics Indonesia mengatakan, Samsung
dan seluruh karyawan kami turut berduka atas bencana di Sulawesi Tengah ini.
Terlebih lagi peristiwa ini hanya berselang empat bulan dari gempa Lombok yang
masih dalam proses pemulihan.

“Selain donasi yang kami berikan melalui
PMI, kami juga akan mendirikan Posko Samsung Peduli seperti yang sudah kami
lakukan di Bali dan Lombok. Kami alokasikan dana senilai Rp. 1,5 milyar untuk
membangun Posko Samsung Peduli dan sewaktu-waktu dapat kami tambah jika
diperlukan, untuk membantu meringankan beban para pengungsi korban bencana
gempa dan tsunami dalam menata kehidupan untuk bangkit kembali,” ujar
JaeHoon Kwon.

Gempa di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28
September yang lalu merupakan serangkaian gempa dengan guncangan terbesar,
yaitu 7,4 Skala Richter dengan titik episentrum di Kota Palu.

Selain meluluhlantakkan bangunan dan
jalan-jalan di seluruh kota, gempa ini juga menyebabkan tsunami setinggi tiga
meter yang menggulung sejumlah area di Kota Palu dan Kabupaten Donggala,
sementara di tiga kota di Kabupaten Sigi mengalami likuifaksi.

Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional
(BNPB) per tanggal 16 Oktober 2018 mencatat 2.095
Jiwa meninggal dunia, 4.612 orang luka berat, 680 orang dilaporkan hilang,
78.994 orang mengungsi, bahkan diperkirakan ada 5.000 orang yang masih
tertimbun karena dampak likuifikasi tanah.

Saat ini, pemerintah memperpanjang status
tanggap darurat hingga 25 Oktober 2018, namun pencarian korban yang masih belum
ditemukan karena tertimbun atau terbawa arus, secara resmi telah berakhir pada
Jumat sore, 12 Oktober 2018.

Dari pencatatan yang dilakukan
oleh PMI sendiri, dilaporkan adanya 21.463 kepala keluarga atau 451.928 jiwa
terdampak akibat bencana ini dan telah dilakukan beragam program layanan untuk
mendukung kebutuhan para korban dan pengungsi.

Sementara, Ginandjar Kartasasmita, Pelaksana harian
(Plh) Ketua Umum PMI menjelaskan, donasi yang kami terima dari Samsung
ini akan kami implementasikan sesuai dengan kebutuhan para korban dan pengungsi
di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya.

“Bentuk layanan yang kami berikan
adalah berupa layanan kesehatan, psikosial, dapur umum, distribusi air bersih, shelter, ambulan dan lain sebagainya,” papar Ginandjar.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bitcoin (BTC) Anjlok Jelang FOMC Pekan Ini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah -2,75% bertengger di $86.850 (IDR 1.455.405.638) kembali turun setelah gagal melewati MA-50...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img