Senin, Juni 29, 2026

Schneider Electric Dinobatkan sebagai Perusahaan Paling Berkelanjutan di Dunia oleh TIME dan Statista

Must Read

Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, dinobatkan sebagai World’s Most Sustainable Company 2026 oleh TIME dan Statista untuk tiga tahun berturut-turut. Pengakuan ini diberikan melalui pemeringkatan terhadap 5.000 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia, serta menegaskan komitmen jangka panjang Schneider Electric dalam menjadikan keberlanjutan sebagai bagian penting dari strategi bisnis, tata kelola, dan kinerja perusahaan.

Didorong oleh visinya untuk memajukan teknologi energi bagi semua, Schneider Electric memanfaatkan kepemimpinannya dalam elektrifikasi, efisiensi, dan digitalisasi untuk menciptakan dampak nyata.

“Diakui oleh TIME dan Statista selama tiga tahun berturut-turut merupakan sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Olivier Blum, Chief Executive Officer Schneider Electric. “Seiring dengan semakin pentingnya peran energi dalam mendorong pertumbuhan, daya saing, dan kemajuan perusahaan, kebutuhan untuk menggunakan energi secara lebih cerdas juga terus meningkat. Kami percaya bahwa kecerdasan energi merupakan faktor penting yang mendukung efisiensi dan dekarbonisasi, sehingga dapat membantu pelanggan kami dalam menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus mengurangi emisi. Keyakinan inilah yang telah membentuk Schneider Electric selama bertahun-tahun dan terus menjadi pedoman kami dalam berinovasi, beroperasi, serta memajukan teknologi energi.”

Pengakuan tahun ini menjadi semakin bermakna karena Schneider Electric baru-baru ini meluncurkan sustainability roadmap Impact 2030, yang terdiri dari empat pilar utama, yaitu mendorong elektrifikasi dunia, mentransformasi industri, menggali potensi sumber daya manusia, serta memberdayakan komunitas lokal. Melalui standar yang terus dipantau setiap kuartal, Schneider Electric memastikan kemajuan keberlanjutannya dapat dilihat secara transparan dan dipertanggungjawabkan di semua tingkatan.

Pada kuartal pertama tahun ini, Schneider Electric mencatat pengurangan emisi CO₂ Scope 1 dan 2 sebesar 82,5% dibandingkan dengan baseline tahun 2017—capaian yang memperkuat ketangguhan operasional perusahaan. Pada periode yang sama, Schneider Electric juga mencatat sejumlah capaian penting, diantaranya:

47,5 juta MWh energi pelanggan berhasil dihemat atau dielektrifikasi, yang secara langsung mendukung efisiensi dan ketahanan operasional.
20 juta ton emisi CO₂ berhasil dihemat dan dihindari hanya dalam kuartal tersebut.
Schneider Electric juga terus menerapkan kerangka kerja baru yang dirancang untuk masa depan, di mana 14% produk dan solusi yang masih dalam tahap perancangan telah menunjukkan keunggulannya dalam aspek sirkularitas dan lingkungan.

Melalui Impact 2030, Schneider Electric juga semakin memperkuat pendekatannya dalam melibatkan seluruh ekosistem, dengan keyakinan bahwa kemajuan yang berdampak besar hanya dapat tercapai ketika perusahaan dan para mitranya bergerak bersama. Komitmen ini dimulai dari para pemasok:

Lebih dari 1.100 pemasok dilibatkan dalam inisiatif Zero Carbon Pathway pada kuartal pertama tahun ini. Inisiatif tersebut memperluas tanggung jawab iklim lebih jauh hingga ke rantai nilai perusahaan.

Di tengah ketidakpastian situasi global, Schneider Electric melihat bahwa kemajuan jangka panjang membutuhkan fondasi lokal yang kuat. Komunitas dan masyarakat berperan penting dalam menerjemahkan ambisi global menjadi dampak nyata di tingkat masyarakat. Pada kuartal pertama tahun ini:

Lebih dari 2,8 juta orang mendapatkan manfaat dari akses listrik berkelanjutan melalui solusi yang berfokus pada masyarakat yang didukung Schneider Electric.
113.000 orang mendapatkan peningkatan keterampilan melalui program pendidikan dan pelatihan teknis di bidang energi, elektrifikasi, dan otomasi. Dengan capaian ini, jumlah keseluruhan penerima pelatihan sejak tahun 2009 telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang.

“Seiring dengan dimulainya siklus keberlanjutan yang baru dengan ambisi dan sikap terbuka, pengakuan ketiga ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat, sekaligus tanggung jawab untuk melangkah lebih jauh,” ujar Esther Finidori, Chief Sustainability Officer Schneider Electric. “Impact 2030 memberi kami gambaran untuk memperluas dampak dan kami berharap dapat terus mempercepat perkembangan di setiap kuartal.”

Selain dinobatkan sebagai World’s Most Sustainable Company oleh TIME dan Statista selama tiga tahun berturut-turut, Schneider Electric juga menjadi satu-satunya perusahaan yang pernah menempati posisi pertama dalam pemeringkatan Corporate Knights Global 100 sebanyak dua kali, yaitu pada 2021 dan 2025. Perusahaan juga masuk dalam CDP Climate A List selama 15 tahun berturut-turut.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lenovo Boyong Perangkat Edisi FIFA World Cup 26 ke Indonesia, Gelar Roadshow di Empat Kota

Lenovo Indonesia resmi meluncurkan jajaran perangkat edisi terbatas bertema FIFA World Cup 26™ di pasar Indonesia. Sebagai Official Technology...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img