Bank Seabank Indonesia sampai dengan 30 September 2025, mencatat total aset mencapai Rp39,6 triliun, meningkat sebesar 20 persen yoy, dengan tingkat pengembalian aset (ROA) tetap tumbuh menjadi 1,9 persen.
Kenaikan aset (yoy) terutama berasal dari optimalisasi penyaluran kredit untuk joint financing, channeling dengan P2P lending, serta direct lending.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley mengatakan bahwa hal ini tak lepas dari terus meningkatnya kepercayaan Nasabah terhadap SeaBank.
“Selain karena strategi bisnis yang tepat dan aman, tumbuhnya bisnis SeaBank juga didukung oleh semakin meningkatnya kepercayaan Nasabah. Terima kasih kepada seluruh Nasabah yang terus mendukung SeaBank, dukungan Anda merupakan motivasi terbesar kami dalam menghadirkan inovasi layanan keuangan yang aman dan terdepan,” ucap Sasmaya diketerangan resminya yang dilansir, Selasa (18/11/2025).
Sementara, kredit perseroan juga tercatat tumbuh 45 persen yoy menjadi sebesar Rp28,6 triliun dengan rasio NPL terjaga di angka 1,9 persen. Sementara total DPK naik menjadi Rp30,5 triliun atau naik 20 persen (yoy), disebabkan oleh pertumbuhan DPK dalam bentuk Giro Korporasi dan Tabungan ritel, yang berdampak pada kenaikan rasio CASA menjadi 68 persen dari 65 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, SeaBank berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp523,9 miliar dengan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp408,5 miliar, naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan laba ini juga didukung oleh efisiensi operasional bank, terlihat dari rasio CIR yang membaik menjadi 21,5% dari 25,8%. Rasio lainnya seperti likuiditas dan permodalan tercatat tetap stabil dan kuat, di atas ketentuan regulator.
Hingga akhir September 2025, SeaBank telah melayani rata-rata 9 juta transaksi per hari dengan perputaran uang mencapai Rp4,6 triliun.




