PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) memulai tahun 2026 dengan catatan kinerja yang lebih kuat. Emiten tekstil ini membukukan laba bersih sebesar Rp4,16 miliar pada kuartal I-2026, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang lonjakan permintaan pada lini bisnis seragam.
Di tengah kondisi daya beli yang masih fluktuatif, BELL tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan. Hingga akhir Maret 2026, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp153,28 miliar, meningkat dari Rp151,41 miliar pada kuartal I-2025.
Pendorong utama pertumbuhan datang dari segmen seragam yang mencatatkan lonjakan penjualan hingga 209% secara tahunan menjadi Rp40,11 miliar. Kinerja ini menunjukkan adanya pemulihan dan peningkatan permintaan dari sektor korporasi dan institusi yang menjadi pasar utama perseroan.
Meski demikian, segmen manufaktur tetap menjadi penopang terbesar bagi pendapatan BELL dengan kontribusi Rp90,24 miliar atau tumbuh 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa fondasi bisnis inti perseroan masih cukup kuat di tengah persaingan industri tekstil.
Direktur Utama Karsongno Wongso Djaja mengatakan capaian kuartal pertama menjadi pijakan penting bagi perseroan untuk menjaga tren pertumbuhan sepanjang tahun.
“Kami bersyukur BELL mencatatkan kinerja positif di awal tahun ini. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” ujar Karsongno.
Manajemen melihat prospek segmen seragam masih menjanjikan, terutama untuk kebutuhan seragam korporasi dan produk jadi. Untuk menopang permintaan tersebut, perseroan mengoptimalkan kapasitas pabrik garmen di Solo yang menjadi salah satu basis produksi utama.
BELL juga mengungkapkan telah mengamankan sejumlah kontrak baru yang saat ini tengah memasuki tahap produksi. Kontrak tersebut diharapkan menjadi bantalan pendapatan pada kuartal-kuartal berikutnya.
Di sisi operasional, perseroan terus menjalankan strategi peningkatan kualitas melalui peremajaan mesin produksi agar efisiensi dan mutu produk tetap terjaga. Pada saat yang sama, inovasi produk diperkuat melalui pengembangan Trisula Innovation Center sebagai pusat riset dan kolaborasi untuk menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan strategi ekspansi yang terukur, dukungan kontrak berjalan, dan penguatan inovasi, BELL optimistis dapat menjaga akselerasi bisnisnya sepanjang 2026 sekaligus memperkuat posisi di industri tekstil nasional.




