Rabu, Januari 14, 2026

Semester I/2024, Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa Nasional Naik 2,6 Persen

Must Read

Moneter.id – Asosiasi Asuransi Jiwa
Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa
nasional tumbuh 2,6 persen secara tahunan (yoy) pada semester I 2024
menjadi Rp88,49 triliun.

Berdasarkan jenis produk, pendapatan premi dari
produk asuransi jiwa tradisional tercatat sebesar Rp51,81 triliun atau naik
18,6 persen yoy. Sedangkan pendapatan premi dari produk asuransi jiwa
“unit link” atau disebut juga produk asuransi yang dikaitkan dengan
investasi (PAYDI) tercatat sebesar Rp36,68 triliun, turun 13,8 persen yoy.

“Dilihat
dari cara pembayaran, industri asuransi jiwa mendapatkan Rp59,9 triliun melalui
pembayaran premi secara reguler, sementara sisanya sebesar Rp35,51 triliun
merupakan pendapatan premi tunggal,” kata Ketua Dewan Pengurus Asosiasi
Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Menurutnya, bahwa pendapatan premi melalui
pembayaran secara reguler tersebut tercatat naik sebesar 5,2 persen yoy,
sedangkan pendapatan premi dengan pembayaran tunggal tersebut menurun sebesar
satu persen yoy.

“Peningkatan
pendapatan premi yang dibayarkan secara berkala ini menggambarkan keberlanjutan
bisnis asuransi jiwa. Hal ini juga menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia
semakin memahami fungsi utama asuransi jiwa sebagai proteksi jangka panjang,”
ujarnya.

Berdasarkan unit usaha, pendapatan premi pelaku
asuransi jiwa konvensional maupun syariah sama-sama mengalami peningkatan,
yakni masing-masing sebesar 1,9 persen yoy dan 7,6 persen yoy.

Jumlah
pendapatan premi asuransi jiwa konvensional mencapai Rp77,41 triliun pada
semester I tahun ini, sedangkan pendapatan premi asuransi jiwa syariah tercatat
sebesar Rp11,08 triliun.
“Pertumbuhan total pendapatan premi pada
semester I 2024 ini didorong oleh performa yang baik pada setiap kanal
distribusi yang ada di industri asuransi jiwa,” katanya.

Kata
Budi, bahwa menurut kanal distribusi, pendapatan premi tertinggi berasal dari
kanal distribusi “bancassurance” yang mencatatkan pendapatan
premi sebesar Rp36,92 triliun, atau naik 1,3 persen yoy.

Sedangkan kanal distribusi keagenan dan kanal
distribusi alternatif masing-masing mengalami peningkatan pendapatan sebesar
3,4 persen yoy menjadi Rp27,94 triliun dan 3,8 persen yoy menjadi Rp23,64
triliun.

Selain
pendapatan premi, peningkatan juga terjadi pada total aset industri asuransi
jiwa, yakni sebesar 0,3 persen yoy menjadi Rp616,91 triliun. Namun, kondisi
yang sama tidak terjadi pada hasil investasi industri asuransi jiwa. Hasil
investasi menurun sebesar 26,4 persen yoy menjadi Rp12,32 triliun.

Hal
tersebut pun berdampak pada total pendapatan para pelaku industri asuransi jiwa
pada semester I 2024 yang turun 1,9 persen yoy menjadi Rp105,25 triliun.

“Penurunan
ini tentunya tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi terutama saat arus
investasi di pasar modal tertekan. Hal ini terlihat dari pergerakan indeks
harga saham gabungan (IHSG) yang turun sejak awal tahun,” tutupnya.

















- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img