Moneter.id – Nilai tukar
rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin, pagi (6/8/2018) bergerak
menguat sebesar 8 poin menjadi Rp 14.478 dibanding sebelumnya Rp 14.486 per
dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas
Ahmad Mikail mengatakan, data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah menahan
pergerakan mata uang dolar AS di dalam negeri sehingga membuka peluang bagi
rupiah terapresiasi.
“Melemahnya
data tenaga kerja AS dapat menjaga pergerakan rupiah,” katanya, di
Jakarta, Senin (6/8).
Samuel menjelaskan, data
pertumbuhan upah per jam di Amerika Serikat tumbuh 2,7% (yoy) di
bulan Juni sama dengan bulan sebelumnya.
Selain itu, lanjut
Samuel, data Non-farm
payroll di AS tumbuh melambat di bulan Juli menjadi 157 ribu
dari bulan sebelumnya sebesar 248 ribu.
Sementaram Analis senior
CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan langkah Bank Indonesia (BI) di
antaranya melalui intervensi di pasar valas dan di pasar Surat Berharga Negara
akan menjaga fluktuasi rupiah.
“Imbauan
pemerintah kepada para pengusaha untuk membawa devisa hasil ekspor ke dalam
negeri juga akan turut menjaga apresiasi rupiah,” katanya.
Reza mengatakan salah satu
faktor yang juga menopang rupiah yakni aliran dana asing yang masuk ke pasar
dalam negeri seiring dengan arah kebijakan suku bunga the Fed sesuai ekspektasi
pasar.
(HAP)




