Rabu, Januari 14, 2026

Sentuh Angka Rp64 Triliun atau Naik 44 Persen, Investasi Manufaktur Kian Moncer di Kuartal I/2020

Must Read

Moneter.id – Selama
triwulan I tahun 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh
angka Rp64 triliun atau naik 44,7% dibanding capaian pada periode yang sama
tahun sebelumnya sebesar Rp44,2 triliun.

“Pada kuartal I tahun 2020 ini, nilai investasi industri
manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4% dari total
investasi keseluruhan sektor Rp210,7 triliun,” kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Menperin menyebutkan, rincian nilai investasi sektor
industri manufaktur pada periode triwulan I-2020, yaitu berasal dari penanaman modal
dalam negeri (PMDN) mencapai Rp19,8 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar
Rp44,2 triliun.

“Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan
pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp16,1 triliun dan PMA (Rp28,1
triliun),” ucapnya.

Adapun sektor-sektor manufaktur yang menyetor nilai
investasi secara signifikan pada kuartal I-2020, antara lain Industri Logam
Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar Rp24,54 triliun,
diikuti Industri Makanan (Rp11,61 triliun), Industri Kimia dan Farmasi (Rp9,83
triliun), Industri Mineral Non Logam (Rp4,34 triliun), serta Industri Karet dan
Plastik (Rp3,03 triliun).

Selanjutnya, nilai investasi Industri Kertas dan
Percetakan sebesar Rp2,99 triliun, Industri Kendaraan Bermotor dan Alat
Transportasi Lain (Rp2,14 triliun), serta Industri Mesin, Elektronik, Instrumen
Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam (Rp1,99 triliun).

Agus menegaskan, pihaknya fokus untuk terus berupaya
mendorong agar industri manufaktur tetap bergerak dalam memacu roda perekonomian
nasional.

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, industri pengolahan
di tanah air masih menunjukkan gairah yang positif. Hal ini tercermin pada
capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang
dirilis oleh IHS Markit, pada Februari tahun 2020 berada di posisi 51,9 atau
tertinggi sejak tahun 2005.

“Kami optimistis, dengan melakukan upaya mitigasi atau
menerbitkan kebijakan-kebijakan strategis pada masa pandemi Covid-19 ini, tidak
mustahil bahwa Indonesia sebelum tahun 2030 sudah bisa menjadi salah satu
kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” ungkapnya.

Apalagi, berdasarkan laporan dari Dana Moneter
Internasional atau International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia
diproyeksi bisa melesat 8,2% pada tahun 2021.

“Maka itu, sebenarnya tergantung apa yang kita lakukan
sekarang di saat krisis. Jadi, harus dapat memanfaatkan secara baik dan
menanganinya secara tepat, sehingga bisa menjadi sebuah peluang bagi kita,” tutur
Agus.

Menperin meyakini, ekonomi Indonesia bakal mengalami rebound
lebih cepat pasca-pandemi Covid-19. Keyakinan ini muncul setelah ekonomi China mengalami
rebound yang lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

“Ketika pandemi lepas dari Bumi Pertiwi, pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih cepat,” jelasnya.

Keyakinan tersebut disampaikan Menperin setelah
melakukan video conference dengan asosiasi industri yang mendatangkan bahan
baku produksi dari China.

“Ternyata ada beberapa industri yang pada Maret pertengahan,
sudah bisa mendapatkan bahan baku lagi dari China,” tandasnya.

Sementara itu, Menperin mengungkapkan saat ini
merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk membangun sektor industri
alat kesehatan dan farmasi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Bapak Presiden telah mendorong agar Indonesia dalam
jangka menengah dan panjang harus menjadi negara yang mandiri di sektor
kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, sektor industri sedang
melakukan refocusing untuk membantu upaya pemerintah dalam memperkuat
sektor industri yang masuk dalam kategori high demand seperti alat kesehatan,
obat-obatan, dan vitamin.

“Kami yakin terhadap potensi dan kemampuan industri
dalam negeri untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan juga dapat mengurangi
ketergantungan impor,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img