Moneter.id
–
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerap dana sebesar Rp18,9 triliun dari
lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dengan penawaran
masuk mencapai Rp40,08 triliun.
“Realisasi lelang ini di bawah target indikatif yang
ditetapkan sebelumnya Rp30 triliun,” tulis keterangan pers Direktorat Jenderal
Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu di Jakarta, Selasa (16/3).
Untuk seri SPN03210616, jumlah nominal yang
dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang
3,01884 persen.
Baca juga: Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Serap Dana Rp41
Triliun
Penawaran masuk untuk seri dengan tenor tiga bulan ini
mencapai Rp1,57 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 2,99
persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,1 persen.
Untuk seri SPN12220303, jumlah nominal yang
dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang
3,29916 persen.
Penawaran untuk seri dengan tenor satu tahun ini
mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 3,25 persen dan
imbal hasil tertinggi yang masuk 3,35 persen.
Untuk seri FR0086, jumlah nominal yang dimenangkan
mencapai Rp5,7 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,86969 persen.
Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor lima
tahun ini mencapai Rp8,71 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,8
persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 6,15 persen.
Untuk seri FR0087, jumlah nominal yang dimenangkan
mencapai Rp7,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,92 persen.
Baca juga: Pemerintah Serap Dana Rp24,45 Triliun dari Hasil
Lelang 7 Seri SUN
Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 10 tahun
ini mencapai Rp12,93 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,7 persen
dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,92 persen.
Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan
mencapai Rp0,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,54728 persen.
Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 15 tahun
ini mencapai Rp4,06 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai
6,43 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,76 persen.
Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan
mencapai Rp2,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,44941 persen.
Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 19 tahun
ini mencapai Rp7,25 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai
7,39 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,75 persen.
Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan
mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,02874 persen.
Penawaran untuk obligasi negara dengan tenor 30 tahun
ini mencapai Rp4,14 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,95
persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,11 persen.
Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan
jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Maret 2021
mencapai Rp180,85 triliun.
Menurut rencana, pemerintah akan mengadakan lelang SUN
tambahan (Greenshoe Option), pada Rabu (17/3), untuk lima seri SUN, yaitu
FR0086, FR0087, FR0088, FR0083 dan FR0089, dengan target maksimal Rp11,1
triliun, seiring rendahnya penawaran masuk hari ini.




