MONETER
– PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menyampaikan hasil konversi pelaksanaan waran
seri III yang dapat dikonversi menjadi saham per 31 Desember 2022.
Rinciannya, perseroan telah menerbitkan sebanyak
91.841.325.276 waran seri III pada 28 April 2021. Di mana 1 waran berhak membeli
1 saham. Waran yang telah dikonversi sebanyak 20.300.011.769 waran dengan total
nilai Rp 2,03 triliun.
“Rencananya, penggunaan dana adalah untuk modal kerja
dan realisasi penggunaan dana sudah seluruhnya Rp 2,03 triliun,” tulis
keterangan resmi perseroan.
Adapun jumlah efek yang belum dikonversi sebanyak
71.541.313.507 waran. Jika semua sisa itu dikonversi, maka FREN berpeluang
meraih total dana segar Rp 7,15 triliun, mengingat harga pelaksanaan waran jadi
saham adalah Rp 100 per unit.
Informasi saja, waran merupakan hak
untuk membeli saham atau obligasi dari satu perusahaan dengan harga yang telah
ditentukan sebelumnya oleh penerbit waran/perusahaan emiten. Harga pasar saham
dapat berubah-ubah setelah penawaran umum perdana. Harga pasar saham dapat
berubah-ubah setelah penawaran umum perdana
Diketahui, pada 2021, emiten telekomunikasi ini
sempat menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu
(HMETD) atau rights
issue.
Bersamaan dengan itu, FREN menerbitkan waran seri
III yang harga pelaksanaannya Rp 100 per saham yang dapat dilaksanakan selama
masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal 28 Oktober 2021 sampai dengan
27 April 2026.
Setiap 1 waran seri III berhak membeli 1 saham baru
perseroan. Sementara itu, pada perdagangan 17 Januari, FREN ditutup di Rp 68
atau naik 1,49%. Sebanyak 226,75 juta saham ditransaksikan, frekuensi 5.436
kali, dan nilai transaksi Rp 15,45 miliar. Dan pada perdagangan 18 Januari,
FREN dibuka stagnan.




