Kamis, Januari 15, 2026

Soal Unicorn Akibatkan Uang Indonesia Tersedot Keluar Negeri, Peneliti BEI: Gimana Caranya?

Must Read

Moneter.id – Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia
Poltak Hotraredo menilai tudingan terhadap semakin banyak jumlah perusahan
rintisan bidang informasi dan teknologi atau start up dalam negeri bervaluasi di atas  1 miliar dolar AS alias unicorn, akan mengakibatkan makin banyak uang dari Indonesia
tersedot ke luar negeri dinilai sebagai gagal paham.

“Termasuk anggapan bahwa keuntungan
yang dicapai unicorn Indonesia pun
bakal banyak lari ke luar negeri akibat jumlah investasi asing cukup
besar,” kata Poltak di Jakarta, Selasa (20/02).

Poltak justru memperkirakan sejumlah unicorn Indonesia baru akan memetik
keuntungan sekitar 10 tahun mendatang. Selain itu, rata-rata pembagian imbal
hasil (yield) dividen hanya berkisar
2-3% per tahun. “Jadi, bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri?
Justru, yang ada uang luar negeri masuk ke Indonesia,” kata Poltak.

Lagi pula, lanjut dia, investor yang
menanamkan modal ke unicorn Indonesia
merupakan kelas dunia sehingga, investasi yang masuk ke mereka tersebut tak
seberapa jika dibandingkan dengan dana kelolaan mereka yang sangat besar.

Malahan, katanya, dana asing yang masuk
ke unicorn Indonesia dalam bentuk
dolar Amerika Serikat tersebut kemudian dikelola dalam bentuk rupiah.

Oleh karena itu, katanya, perlu dipahami
juga bahwa sistem investasi dan struktur di dalam start up berbeda dengan perusahaan biasa.

Pendiri startup memiliki peranan sentral dalam semua penentuan keputusan di
internal, karena menjadi satu-satunya yang paling paham genetik dari perusahaan
tersebut.

“Masuknya investor asing tak lantas
mengubah perusahaan itu menjadi milik asing dan menggeser pendiri dari posisi
pengendali. Justru, sosok pendirilah yang menjadi daya tarik investor
asing,” ujarnya.

Menurut Poltak, Tokopedia, GoJek,
Traveloka, dan Bukalapak merupakan empat start
up
dengan kategori unicorn di
Indonesia memiliki daya tarik sehingga mendorong minat investor asing untuk
masuk karena mereka tersebut menggunakan teknologi baru yang berdampak pada
efisiensi dan efektivitas.

Bagi investor asing, tambah dia,
Indonesia adalah pasar besar karena memiliki penduduk berjumlah 256 juta jiwa
dan sangat kompleks.

Ekonomi Indonesia pun sedang tumbuh
positif sehingga, bila banyak investasi bisa masuk ke unicorn di Indonesia,
bukan tak mungkin akan bisa menguasai pasar Asia Tenggara yang populasinya 560
juta jiwa. “Unicorn di Indonesia ini rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk ke
pasar Indonesia yang kompleks, pasti bisa masuk ke negara lain,” kata dia.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut
02, Prabowo Subianto, khawatir jika jumlah unicorn
Indonesia terus bertambah akan membawa dampak negatif. Ia beralasan, jika
jumlahnya semakin banyak, maka akan mengakibatkan uang Indonesia yang tersedot
ke luar negeri juga semakin besar.

Bahkan ada yang menganggap masuknya
investor asing ke unicorn Indonesia
mengakibatkan statusnya berubah menjadi perusahaan asing karena berimbas
terhadap komposisi pemegang saham.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img