Rabu, Juli 15, 2026

Sport Tourism Dongkrak Okupansi Hotel Wonosobo, RedDoorz Catat Lonjakan hingga 81%

Must Read

Tren sport tourism mulai menjadi pendorong baru bagi industri pariwisata dan perhotelan domestik. Platform teknologi perhotelan RedDoorz mencatat penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 mampu meningkatkan tingkat hunian akomodasi di Kabupaten Wonosobo sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui kenaikan permintaan hotel, transportasi, hingga pelaku UMKM.

Data RedDoorz menunjukkan tingkat okupansi properti dan multi-brand di Kabupaten Wonosobo selama penyelenggaraan ajang tersebut naik menjadi 81% dari rata-rata normal sebesar 60%. Sementara itu, 21 properti yang berada di sekitar kawasan Sindoro Sumbing membukukan tingkat hunian mencapai 70% selama acara berlangsung.

Kinerja tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan akomodasi. RedDoorz mencatat jumlah pemesanan melonjak sekitar 30% dengan total lebih dari 1.500 reservasi selama periode penyelenggaraan event.

Head of Government Relations RedDoorz, Gusti Raganata, mengatakan pola perjalanan wisatawan domestik kini mulai bergeser. Jika sebelumnya masyarakat menentukan tujuan wisata terlebih dahulu, kini semakin banyak wisatawan yang menjadikan ajang olahraga sebagai alasan utama melakukan perjalanan.

“Kami melihat perubahan perilaku wisatawan. Jika sebelumnya orang memilih destinasi terlebih dahulu, kini semakin banyak yang memilih mengikuti sebuah event, kemudian menyusun perjalanan mereka di sekitarnya. Sport tourism menciptakan permintaan perjalanan yang lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi destinasi berkembang untuk menarik wisatawan baru,” ujar Gusti.

Tak hanya meningkatkan okupansi, penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon juga memperpanjang lama tinggal wisatawan. Rata-rata durasi menginap meningkat dari satu malam menjadi tiga malam. Menurut RedDoorz, kondisi tersebut mengindikasikan peserta maupun wisatawan memanfaatkan momentum perlombaan untuk menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, desa wisata, hingga agrowisata di kawasan Sindoro Sumbing dan sekitarnya.

Potensi tersebut dinilai selaras dengan upaya pemerintah yang mendorong sport tourism sebagai motor baru pertumbuhan sektor pariwisata. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, nilai industri sport tourism global diperkirakan mencapai sekitar US$625 miliar atau setara Rp11.306 triliun, sehingga membuka peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan event olahraga.

Bagi RedDoorz, Wonosobo menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga mampu memperkuat daya tarik destinasi berkembang. Selain memiliki lanskap pegunungan yang mendukung olahraga endurance, kawasan ini juga menjadi pintu gerbang menuju Dieng yang kaya akan potensi wisata alam, budaya, dan kuliner.

Sindoro Sumbing Triathlon 2026 yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo berhasil menarik sekitar 10.000 pengunjung. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 atlet triathlon dengan total sekitar 600 atlet beserta pendamping, serta sekitar 7.000 peserta Fun Walk. Kehadiran ribuan peserta itu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga transaksi UMKM.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan penyelenggaraan ajang olahraga tersebut memberikan dampak nyata terhadap berbagai sektor usaha di daerah.

“Penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang baik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang,” ujarnya.

Saat ini RedDoorz memiliki jaringan 56 properti di Kabupaten Wonosobo, termasuk 21 properti yang berada sekitar 15 menit dari lokasi penyelenggaraan acara, untuk mendukung kebutuhan akomodasi peserta dan wisatawan.

Gusti menilai sport tourism tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa lonjakan okupansi hotel, tetapi juga memperluas eksposur destinasi wisata baru yang berpotensi menarik kunjungan berkelanjutan.

“Bagi kami, sport tourism bukan hanya menciptakan lonjakan permintaan akomodasi saat acara berlangsung, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi-destinasi berkembang kepada wisatawan baru. Ke depan, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun penyelenggara acara untuk memperkuat ekosistem sport tourism dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik yang lebih merata,” tutup Gusti.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PT SMI Perluas Pembiayaan Daerah di Bali, Revitalisasi Sekolah hingga Infrastruktur Jadi Prioritas

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) terus memperluas pembiayaan pembangunan daerah di Bali. Terbaru, perusahaan menandatangani dua perjanjian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img