Kamis, Januari 15, 2026

Sumbang Lebih Rp1 Triliun, Kemenperin Gencar Telurkan Industri Kreatif

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian gencar menumbuhkan pelaku industri kreatif guna berperan mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Langkah strategis
ini dijalankan melalui berbagai program dengan melibatkan berbagai pihak
terkait.

“Contohnya yang kami
lakukan adalah
berkolaborasi
dengan Pemerintah Kota Banjarmasin pada event Banjarmasin Sasirangan
Festival 2020 untuk menggelar kegiatan creative talk,” kata Direktur
Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati
Wibawaningsih di Jakarta, Senin (9/3).

Pada diskusi kreatif tersebut, mayoritas
dihadiri oleh perajin Sasirangan dari berbagai kalangan, termasuk generasi milenial.
Peserta cukup antusias menyimak paparan dari para narasumber kompeten.

“Kami punya program
Creative Business Incubator, yang bekerja sama dengan BVDI Prasetiya Mulya. Program
ini dilaksanakan melalui tupoksi dari satuan kerja di bawah kami, yakni Bali
Creative Industry Center (BCIC),” paparnya.

Gati meyakini, melalui
program tersebut, para pelaku industri kreatif pemula bidang kriya dan fesyen
akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnisnya (scaling-up)
agar bisa lebih berdaya saing, baik di kancah domestik maupun global. Hal ini
sejalan dengan tekad pemerintah menciptakan wirausaha industri baru, khususnya
sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Sebab, jumlah
pengusaha muda ekonomi kreatif yang berusia di bawah 30 tahun masih sekitar
10,68% dari total pengusaha ekonomi kreatif yang mencapai 8,2 juta orang. Oleh
karena itu, melalui momentum bonus demografi yang dinikmati Indonesia pada tahun
2030, di mana proporsi usia produktif akan mencapai lebih dari 88 juta jiwa,
menjadi peluang untuk menumbuhkan wirausaha muda,” ungkapnya.

Apalagi, ekonomi kreatif memberikan
kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pada tahun
2016 yang menyumbang hingga Rp922,59 triliun, dan meningkat menjadi Rp1.102
triliun sepanjang tahun 2018. Artinya, dalam tiga tahun nilainya mampu melonjak
19,45%.

Adapun tiga subsektor industri kreatif yang
memiliki kontribusi terbesar, yaitu industri kuliner (41,69%), industri fesyen
(18,15%) dan industri kriya (15,70%). “Maka itu, salah satu tujuan kami
menumbuhkan perajin kain khas Sasirangan di Banjarmasin, yang dalam beberapa
tahun terakhir telah diarahkan oleh Pemerintah Kota untuk menggunakan bahan
pewarna alam yang ramah lingkungan,” tutur Gati.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img