Selasa, Maret 3, 2026

Tahun Depan, BTN Bidik Dana Rights Issue Rp8 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk
(BBTN) menargetkan meraup dana melalui pasar 
rights issue sekitar
Rp 5 triliun hingga Rp 8 triliun pada tahun 2020 mendatang. Aksi korporasi
penambahan modal lewat 
rights issue dilakukan mengingat capital
adequacy ratio
 (CAR) BTN terus turun sejak 2016 sebesar 16,54%; 2017
sebesar 15,99% dan 2018 sebesar 15,97%.

”Tahun depan kita rencanakan rights issue dengan
target dana yang dihimpun sekitar Rp 5 triliun hingga Rp 8 triliun,” kata Plt.
Direktur Keuangan dan Tresuri BTN, Nixon Napitupulu pekan lalu.

Nixon menjelaskan, penurunan CAR perseroan disebabkan
karena ekspansifnya perseroan dalam mendanai pembiayaan kredit KPR untuk
program sejuta rumah kepada 250.000 unit hingga 300.000 unit rumah.

Rencana pendanaan di pasar modal
lewat rights issue, lanjutnya, akan disampaikan ke Kementerian Keuangan dan
dilanjutkan Kementerian Keuangan.

Sehingga aksi korporasi ini diperkirakan bisa
dieksekusi pada semester II/2020. Selain rights issue, perseroan
tahun ini juga akan menerbitkan obligasi bertajuk Junior Global Bond dengan
target dana yang bisa dihimpun sebesar US$ 300 juta.

Nixon menambahkan, alasan menerbitkan surat utang
berdenominasi dolar Amerika Serikat karena investor asing biasanya punya niat
tinggi terhadap pembiayaan perumahan. Targetnya November atau Desember obligasi
ini bisa meluncur.

“Apalagi Junior Global Bond bunganya pasti lebih
tinggi dibandingkan yang senior. Ekspektasi kami memang bisa menghimpun dana
sampai US$ 300 juta. Saat ini kami masih tunggu arranger, sekiranya investor
bisa menyerap berapa, semoga nanti oversubscribe,” ujarnya.

Penerbitan obligasi ini diharapkan mampu mengerek CAR
BTN hingga 19,1% hingga akhir tahun kelak.  Sedangkan hingga kuartal
I/2019 posisi CAR BTN sebesar 17,62%.

Sementara Direktur Utama Bank BTN, Maryono
menambahkan, dengan permodalan tersebut diharapkan dapat memacu kredit
perseroan tahun depan.

Pada paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan
kinerja penyaluran kredit yang berada di atas rata-rata industri perbankan. Per
Juni 2019, Bank BTN mencatatkan kenaikan kredit di level 18,78% secara tahunan
(yoy) dari Rp211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp251,04 triliun.

Sedangkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut
kredit industri perbankan hanya naik di level 9,92% yoy per Juni 2019.

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank BTN masih ditopang
segmen kredit perumahan. Lini bisnis tersebut mencatatkan kenaikan di posisi
19,72% yoy menjadi Rp173,61 triliun.

Segmen kredit perumahan tersebut ditopang melesatnya
penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi senilai Rp90,75 triliun
pada Juni 2019 atau naik 27,55% yoy.

KPR Non-subsidi Bank BTN pun tercatat naik sebesar
13,08% yoy menjadi Rp74,39 triliun per Juni 2019.

Rekam jejak kinerja KPR tersebut sukses membuat Bank
BTN tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa KPR sebesar 39,56% per Maret
2019. Di lini KPR Subsidi, perseroan juga mendominasi kue pasar sebesar 92,43%
per Maret 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img