Moneter.id – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengalokasikan belanja
modal atau capital expenditure (Capex) sebesar US$ 450 juta –
US$ 600 juta pada 2019. Nilai ini lebih rendah dibanding alokasi capex tahun
2018 yang sebesar senilai US$ 750 juta – US$ 900 juta.
“Capex tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan
operasional, perawatan alat, hingga pengembangan Adaro Group,” kata Chief Financial Officer Adaro Energy Lie
Luckman, Senin (26/8).
Luckman menjelaskan, dari capex itu sebanyak US$ 200
juta akan dialokasikan untuk peremajaan dan perawatan alat berat di PT
Saptaindra Sejati (SIS).
“Dana capex juga akan digunakan untuk pengembangan
tambang Adaro Metcoal Companies (AMC) sebesar US$ 200 juta. Adapun pengembangan
AMC nantinya berupa pengembangan infrastruktur, pembangunan jalur pengangkutan
batubara, hingga penyiapan processing
plant batubara,” ucapnya.
Sisanya, akan digunakan untuk pemeliharaan dan
pegembangan di lingkup Adaro Indonesia maupun PT Maritim Barito Perkasa (MBP).
MBP merupakan shipping company milik
ADRO.
“Pendanaan capex seluruhnya berasal dari kas internal.
ADRO pun belum membuka pintu untuk menggalang dana dari pihak eksternal
termasuk pihak perbankan karena kas kami masih cukup untuk pembiayaan capex
2019,” tutup Luckman.




