MONETER
– Perusahaan pengembang PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan pra
penjualan sebesar Rp8,8 triliun pada tahun 2023. Sebelumnya realisasi pra
penjualan BSDE menembus Rp8,8 triliun tahun 2022 lalu, atau melampaui target
pra penjualan yang sebesar Rp7,7 triliun.
“Target tahun 2023 ditetapkan secara konservatif,
namun tetap mencerminkan optimisme kami terhadap pasar properti nasional.” ujar
Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kata Hermawan, target pra penjualan sebagian besar
akan dikontribusikan oleh penjualan residensial (landed house) sebesar 65%, dan 17% berasal dari penjualan komersial
(kavling tanah, ruko/rukan, kondominium), serta 18% dari potensi penjualan
lahan yang dijual kepada perusahaan patungan.
“Selama tahun 2022, terjadi peningkatan permintaan
yang lebih baik terhadap perumahan dengan harga pada segmen menengah di bawah
Rp3 miliar per unit dan segmen menengah ke atas Rp3 hingga 5 miliar per unit,”
papar Hermawan.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar pada 2023,
manajemen memperkirakan harga unit properti kelas menengah dan menengah atas
masih menjadi favorit calon pembeli properti baik untuk residensial maupun
komersial.
BSDE pada 2023 berencana untuk meluncurkan
produk-produk baru dengan kisaran harga mulai dari Rp1 hingga 30 miliar per
unit untuk rumah tapak (segmen menengah hingga premium), produk komersial
termasuk ruko, apartemen/kondominium dan kavling lahan komersial termasuk yang
dijual kepada perusahaan patungan.
Adapun, proyeksi pra penjualan tersebut sejalan
dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,5% – 5,3% pada 2023,
serta diperkirakan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan kembali ke sasaran
3,0 plus minus 1% pada tahun 2023 dan 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2024.




