Moneter.id
–
Tahun 2021, Bank Indonesia (BI) menargetkan ada 2,2 juta merchant yang
menggunakan Quick Response Code
Indonesian Standard (QRIS). Hingga akhir 2020, tercatat 1,2 juta merchant
yang sudah menggunakan QRIS.
“Ini perlu usaha yang luar biasa, terutama untuk
mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi pembayaran,” kata Kepala
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jakarta, Onny Widjanarko, Jumat (9/4).
Terkait target tersebut, BI menerapkan beberapa
strategi dalam sosialisasi penggunaan QRIS di masyarakat. “Pasar menjadi salah
satu target kita. Dari total 160 pasar di bawah PD Pasar Jaya, kami sudah
mensosialisasikan penggunakan QRIS ke 120 pasar,” katanya.
Selain pasar, lanjut Onny, kampus juga bisa menjadi
target dalam mensosialisasikan QRIS. Karena mahasiswa lebih melek terhadap
teknologi sehingga akan mudah dalam penyampaiannya. “Untuk sektor pariwisata,
nantinya kita mendorong objek wisata bisa menggunakan QRIS,” jelasnya.
Selain memudahkan dalam pembayaran, Onny menilai merchant
yang menggunakan QRIS bisa lebih mudah dalam mengakses kredit. “Karena setiap
transaksinya kan tercatat sehingga itu bisa menjadi pertimbangan dalam
memperoleh pembiayaan dari industri keuangan,” ujar Onny.
Khusus di Jakarta, Onny mengatakan ingin membangun
ekosistem terlebih dahulu. “Kita memulai dari para pedagang terlebih dahulu.
Jika pedagangnya saja sudah cashless, maka nantinya mau tidak mau para
pembelinya akan mengikuti. Kalau itu bisa dibangun maka perluasannya bisa lebih
besar lagi,” tambahnya.
Diketahui, pada 31 Maret lalu telah ditandatangani
oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Keputusan Presiden (Keppres) No 3 Tahun 2021
tentang pembentukan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas
P2DD).
Keppres tersebut ditujukan guna mempercepat
implementasi digitalisasi transaksi keuangan. Dari 542 daerah otonom, 110
daerah sudah menginisiasi pembentukan TP2DD.




