Senin, Januari 26, 2026

Target WIKA 2021, penjualan capai Rp26,2 triliun

Must Read

Moneter.id

 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA
menargetkan penjualan sebesar Rp26,2 triliun pada tahun 2021.

“Kita menargetkan untuk penjualan pada tahun ini
kembali naik pada Rp26,2 triliun,” kata Direktur Utama WIKA Agung Budi
Waskito di Jakarta, Rabu (14/4).

Kata Agung, perseroan mengalami penurunan penjualan
secara signifikan di mana pada 2019 perusahaan bisa mencatat penjualan sebesar
Rp27,2 triliun kemudian pada 2020 turun signifikan menjadi Rp16,5 triliun.

Penurunan ini terjadi dikarenakan proyek-proyek yang
terhenti akibat pandemi Covid-19. Pandemi juga menyebabkan pasokan material dan
sebagainya terganggu sehingga menyebabkan produktivitas rendah.

Baca juga: Aksi Korporasi
WIKA, Terbitkan Surat Utang dengan Total Rp3 Triliun

Selain itu tidak adanya kontrak baru pada tahun lalu,
sehingga mau tidak mau penjualan pada tahun 2020 mengalami penurunan besar dari
penjualan pada 2019.

Dengan adanya target penjualan di tahun ini sebesar
Rp26,2 triliun, maka BUMN itu juga menargetkan perolehan laba bersih pada 2021
sebesar Rp1,05 triliun setelah sempat mencatat penurunan pada tahun 2020
sebesar Rp322 miliar.

Selain itu, perseroan juga menargetkan perolehan
kontrak baru sebesar Rp40,12 triliun pada tahun ini, yang akan menjadi modal
produksi hingga beberapa tahun mendatang, sehingga dengan kapasitas yang ada
sekarang, WIKA akan terus tumbuh.

“Capaian kontrak seperti kita ketahui pada 2019
kita mendapatkan kontrak baru sebesar Rp41,17 triliun, namun pada tahun lalu
kita mengakui bahwa dengan adanya pandemi otomatis memengaruhi pasar konstruksi
sehingga pada 2020 kita akui terjadi penurunan kontrak baru menjadi Rp23,37
triliun. Berdasarkan evaluasi kami pada tahun ini kami menargetkan kontrak baru
sebesar Rp40,12 triliun,” kata Agung.

Baca juga: WIKA Sukses Lunasi Obligasi Komodo Bond Rp5,4 Triliun

Dia mengatakan bahwa tingkat optimistis WIKA pada
tahun ini dengan adanya beberapa hal antara lain proyek pemerintahan dan
proyek-proyek BUMN yang sudah mulai dilelang, BUMN yang dimaksud merupakan
BUMN-BUMN yang tidak terkena imbas pandemi seperti Pelindo.

“Saya optimistis
pada tahun 2021, capaian kontrak baru bisa naik dari Rp23,37 triliun pada tahun
lalu menjadi Rp40,12 triliun pada tahun ini,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img