Moneter.id – PT
Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) berencana menggelar rights issue atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (PMHMETD) II dengan penetapan pelaksanaan harga sebesar Rp100 per lembar
saham.
Perseroan
akan melepas sebanyak 6.965.710.062 lembar saham atau 74,94% dari modal
ditempatkan dan disetor setelah right
issue.
“Dengan
demikian, perseroan akan meraup dana sebesar Rp696.571.006.200,” tulis
perseroan diketerangan resminya, Kamis (15/8).
Dijelaskan,
setiap pemegang 100 saham biasa atas nama yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 27 September 2019 pukul 16:00 WIB berhak
atas 299 saham right issue, dimana
setiap satu right memberikan hak
kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan
Rp100.
Sementara itu, PT
Tiara Marga Trakindo (TMT) selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) telah
menyatakan akan melaksanakan sekurang-kurangnya 2.340.309.400 right melalui mekanisme konversi seluruh
tagihan TMT dalam Perseroan sebesar Rp212 miliar.
Tepatnya,
porsi kepemilikan TMT akan menjadi sebanyak 43,98% dari 50,18%. Sedangkan, PT
Inti Investasi Prima (IIP) selaku salah satu pemegang saham utama telah
menyatakan tidak akan melaksanakan dan/atau mengalihkan HMETD yang dimilikinya.
Sehingga setelah aksi korporasi ini, IIP tidak lagi menjadi pemegang saham
utama.
Selain itu, PT Eliora
Lumina Indonesia dan PT HD Corpora akan mengalihkan seluruh kepemilikan saham
mereka sebanyak 626.919.933 lembar saham kepada investor baru pihak ketiga,
yang akan dilakukan pada atau setelah dikeluarkannya surat pernyataan efektif
atas right issue oleh OJK.
Investor
pihak ketiga itu juga akan melakukan pembelian sejumlah 480 juta saham milik
TMT. Hasilnya, investor pihak ketiga ini akan menjadi PSP baru, karena memegang
sebanyak 3.309.690.599 lembar saham atau 55,35% .
Karena menjadi PSP
baru, Investor Baru tersebut siap menyerap atau tender offer saham sisa sebanyak 5.382.765.200 lembar saham atau
0,67% di publik sesuai dengan peraturan. Selanjutnya, dana hasil right issue akan digunakan sebagai modal
kerja pembiayaan kepada nasabah.




