Selasa, Maret 3, 2026

TBIG Catat Pendapatan Rp6,64 triliun dan Marjin EBITDA Sebesar 86,3% di Tahun 2023

Must Read

Moneter.id – Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
mencatat pendapatan sebesar Rp6,64 triliun pada tahun 2023. Perseroan juga
mencatat EBITDA yang mencapai Rp5,73 triliun dengan marjin EBITDA berada pada
86,3 persen untuk  2023.

Kata CEO TBIG Hardi
Wijaya Liong, per 31 Desember 2023, TBIG memiliki 41.227 penyewaan serta 22.475
site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik perseroan terdiri dari 22.357
menara telekomunikasi dan 118 jaringan DAS.

“Dengan angka total
penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.109, perseroan mencatat rasio
kolokasi (tenancy ratio) menjadi 1,84,” jelasnya diketerangan resminya, Jumat (29/3/2024).

Hardi bilang, pada
tahun 2023, perseroan menambahkan 2.760 penyewaan kotor yang terdiri dari 744
sites telekomunikasi dan 2.016 kolokasi ke portofolio kami. 
“Setelah merger
antara Indosat Ooredoo dan Hutchison (IOH) di tahun 2022, pihaknya telah
bekerja dengan IOH terkait dengan integrasi jaringan mereka,” beber Hardi.

“Pada beberapa
penyewaan dari IOH yang berakhir, kami melihat beberapa yang tidak
diperpanjang, yang mengakibatkan penambahan penyewaan bersih yang lebih rendah
untuk tahun 2023,” imbuh dia.

Sementara total
pinjaman perseroan per 31 Desember 2023 (jika pinjaman dalam mata uang dolar AS
yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya)
tercatat sebesar Rp28.202 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt)
sebesar Rp625 miliar.

Saldo kas
yang mencapai Rp801 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) perseroan
menjadi Rp27.401 miliar. Dengan m
enggunakan EBITDA
triwulan keempat 2023 yang disetahunkan, perseroan mencatat total pinjaman
bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.

Sementara, CFO TBIG
Helmy Yusman Santoso mengatakan, perseroan terus memiliki profil likuiditas
yang sangat kuat dengan sumber pendanaan yang terdiversifikasi.

Hingga akhir  2023, catat Helmy, sebanyak 44 persen dari
utang perseroan dalam bentuk obligasi dan pinjaman Rupiah. 
“Kami terus
mengakses pasar obligasi Rupiah lokal, dengan penerbitan PUB VI Tahap III
sebesar Rp2.700 miliar pada Februari 2024 dengan tingkat kompetitif 6,75 persen
dan jangka waktu 1 tahun,” kata Helmy. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img