Moneter.id – Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT. Bank
Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) Dadang Setiabudi menyatakan bahwa perusahaan
BUMN sektor finansial berbasis teknologi (tekfin) dengan layanan kode respon cepat (QR Code) bernama LinkAja
akan meluncur akhir Februari 2019 atau awal Maret 2019.
“Selain empat bank yang merupakan bank negara, dua
BUMN lainnya yakni PT. Pertamina Persero dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk
akan turut bergabung untuk membentuk BUMN Tekfin Kode QR ini,” ujar Dadang,
Rabu (23/1)
Adapun empat bank yang akan mengkonsolidasikan
layanan Kode QR adalah PT. Bank Rakyat
Indonesia Persero Tbk (BRI), PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI), PT.
Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN), dan PT. Bank Mandiri Persero Tbk “LinkAja itu suatu entitas sendiri di luar
perbankan. Rencana meluncur di akhir Februari atau Maret,” tambah Dadang.
Lebih jauh, Dadang mengatakan masing-masing BUMN
akan memiliki porsi kepemilikan yang sama dalam LinkAja. Saat ini, LinkAja
sedang mengurus proposal permohonan perizinan ke Bank Indonesia selaku
regulator sistem pembayaran.
Disinggung lebih lanjut mengenai kerja sama dengan
prinsipal jasa pembayaran asal China, WeChat dan Alipay, Dadang enggan berkomentar
lebih jauh. “Kerja sama dengan prinsipal asing akan diproses setelah LinkAja
terbentuk,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta
mengatakan modal yang disiapkan untuk mendirikan BUMN Tekfin Kode QR ini tidak
akan begitu besar.
Tanpa menyebut jumlah modal yang disiapkan, dia
mengatakan investasi tambahan yang akan dikucurkan hanya untuk merampungkan
konsolidasi sistem pembayaran Kode QR dan juga promosi BUMN ini.




