Moneter.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten Tbk. termasuk
satu dari empat bank daerah yang menjalin co-branding
dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk penerbitan uang eletronik.
Direktur Utama BPD Banten Fahmi Bagus Mahesa
mengatakan, pada tahap awal pihaknya menargetkan penjualan sekitar 20.000
kartu terlebih dulu. Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap dengan tetap
menyesuaikan permintaan nasabah.
“Co-branding uang elektronik dengan BRI ini
kami harap bisa menyumbang peningkatan pendapatan berbasis komisi kami sekitar
10%,” ucapnya di Jakarta, Rabu (31/01).
Menurutnya, bahwa pemasaran uang elektronik sebetulnya
bukan semata hendak memacu pendapatan berbasis komisi untuk perseroan. Produk
ini dihadirkan dengan maksud utama guna melengkapi pelayanan kepasa nasabah
mengingat kebutuhan uang elektronik terus meningkat.
Pasalnya, lanjut Fahmi, di Provinsi Banten memiliki moda
transportasi yang krusial, seperti bandara, kereta bandara, dan tol. Adapun
sektor transportasi saat ini menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan
volume transaksi uang elektronik.
“Jadi kebutuhan nasabah itu harus dilayani, termasuk
kebutuhan akan uang elektronik ini. Barulah setelah itu, bertujuan ke
arah fee based income. Dan tujuan selanjutnya ialah
meningkatkan branding Bank Banten,” ucap Fahmi.
Pada kesempatan yang sama BRI juga menjalin nota
kesepahaman (MoU) dengan tiga BPD seperti, PT Bank Jabar Banten Syariah, PT
Bank Lampung, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah.
(HAP)




