Moneter.id – Calon
anggota legislative DPR RI dari Partai Berkarya, Siti Hediati Heriyadi atau
yang akrab dipanggil Mbak Titiek menyatakan kondisi Indonesia yang tak kunjung
membaik sejak reformasi telah menyentuh hati nurani Prabowo Subianto untuk
benar-benar tulus mewakafkan jiwa, tenaga dan raganya untuk bangsa Indonesia
lepas dari keterpurukan.
“Karena
kepemimpinan itu dijalani sejak beliau masih muda, Pak Prabowo tahu betul apa
yang harus dilakukannya bersama seluruh bangsa. Hati nuraninya terketuk untuk
membawa bangsa ini menjadi bangsa besar, berdaulat dan bermartabat di mata
dunia,” kata Titiek saat menggelar khitanan bersama (sunatan massal) di Dalem
Kalitan, Kota Solo, Jumat, (29/03).
Acara khitanan
bersama yang digelar tersebut diikuti setidaknya 68 anak yang didaftarkan orang
tua mereka secara online. “Sampai pukul 10.00 WIB sudah 62 anak yang datang,”
kata seorang anggota panitia.
Hampir dipastikan,
setiap tahun putra-putri Pak Harto menggelar sunatan massal yang digelar di
berbagai kota. Misalnya pada 2015 lalu, acara dilakukan di Monumen Memorial
Jenderal Besar HM. Soeharto, di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Bantul, Yogyakarta.
Saat itu dikhitan 117 anak. Tahun lalu, di Masjid At-Tin juga dikhitan 205
anak.
“Ini
bentuk kepedulian keluarga kami, membantu masyarakat menjalankan perintah
Rasulullah SAW,” kata Titiek.
Ia juga
menegaskan, kepedulian itu ditanamkan dan terus dipupuk Pak Harto kepada
mereka, anak-anaknya. “Bapak selalu menasihati kami untuk senantiasa peduli
kepada rakyat kecil.”
Malam
sebelum acara digelar, Titiek dan sebagian panitia melakukan ziarah dan nyekar
ke makam Pak Harto dan Ibu Tien di Astana Giribangun, di Kecamatan Matesih, Kabupaten
Karanganyar. Komplek makam keluarga yang berdiri 660 meter di lereng Gunung
Lawu, itu berjarak sekitar 35 km dari kota Solo.
Setelah
membaca serangkaian doa dan surat Yassin, Titiek sempat beramah tamah dengan
panitia. Keguyuban suasana membuat rombongan baru meninggalkan Astana
Giribangun sekitar pukul 23.50 nyaris tengah malam.
Pada
tahun 2018, acara dilakukan di Masjid At-Tin, Komplek Taman Mini Indonesia
Indah (TMII). Saat itu peserta mencapai 205 anak, melibatkan 11 anggota tim
dokter dan 15 orang tim medis.




