Moneter.id – Pedagang aset kripto pertama yang teregulasi di
Indonesia, Tokocrypto resmi mendapatkan pinjaman investasi
dari perusahaan blockchain global,
Binance.
Kata Co-Founder
dan
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai,
investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan
bisnis Tokocrypto, termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan
teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain
di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan,
Makassar, Balikpapan, dan lainnya.
“Investasi
dari Binance ini akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan
terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi kami dalam
menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain,” katanya, Rabu (13/5/2020).
Tokocrypto
bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan dari aset
kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya.
Tokocrypto
berhasil mendapat pendanaan putaran awal, dimana pada putaran ini, salah satu
pemberi dana adalah QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan
investasi yang berbasis di Singapura.
Hal Ini mencapai tonggak sejarah penting pada
tahun 2019 ketika Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang
terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
(BAPPEBTI).
“Investasi
kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi bersama peluang baru
yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi
untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan,” tambah Changpeng
Zhao, Pendiri dan CEO Binance.




