Moneter.id – PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan obligasi
berkelanjutan senilai Rp10 triliun mulai triwulan II/2020.
“Izin sudah kami dapat. Nilainya mencapai Rp10
triliun dalam dua tahun, untuk tahap awal kami terbitkan pada triwulan II/2020
ini,” kata Direktur Keuangan Pegadaian, Ninis Kesuma Adriani di Jakarta,
Kamis (13/2/2020).
Kata Ninis, obligasi ini dirancang untuk kebutuhan
pendanaan perusahaan dalam 2 tahun ke depan. Untuk tahap awal obligasi akan
ditawarkan kepada investor pada April 2020.
“Emisi awal obligasi berkelanjutan ini disiapkan senilai
Rp4 triliun. Perusahaan merancang dapat meluncurkan ke pasar pada April
mendatang,” ucapnya.
Untuk kelancaran peluncuran obligasi berkelanjutan ini,
Pegadaian telah menunjuk lima sekuritas sebagai penjamin emisi efek. Sekuritas
ini terdiri dari empat perusahaan yang terafiliasi dengan badan usaha milik
negara dan satu manajer investasi dari swasta.
Para manajer investasi ini yakni Mandiri sekuritas,
Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Indopremier. Ninis
menyebutkan, obligasi ini akan dilepas dalam beberapa pilihan tenor yakni 1
tahun, 3 tahun, dan jangka panjang 5 tahun.
“Penentuan tenor obligasi ini akan diputuskan tergantung
kondisi pasar surat utang ke depan,” katanya.
Dana dari obligasi ini, katanya sebagian digunakan untuk
membayar surat utang jatuh tempo senilai Rp2,3 triliun. Selain itu juga
digunakan untuk modal kerja.
”Kita sedang mempercantik diri agar ketika dilepas, maka
harga yang ditawarkan bisa tinggi,” ujar Direktur Utama Pegadaian,
Kuswiyoto.
Jelas Kuswiyoto, saat ini sudah banyak investor yang
mengantre untuk membeli saham Pegadaian. Namun, perusahaan lebih memilih
menguatkan berbagai program agar bisa membuat investor lebih tertarik.
”Program yang dikembangkan di antaranya adalah saham
emas, digitalisasi, dan lainnya yang mendukung usaha, termasuk dari anak
perusahaan,” katanya.
Perlu diketahui, PT Pegadaian (Persero) mencatatkan
kinerja sepanjang 2019 dengan meraup laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun atau
tumbuh 12% dan membukukan outstanding
pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun atau tumbuh 23,3% di atas rata rata
industri nasional.
Sementara, kredit macet atau NPL gross sebesar 1,75% dan
total realisasi pembiayaan sebesarRp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar
Rp4,7 triliun.
Kinerja tersebut, didorong oleh sejumlah produk inovatif
berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan agresivitas dalam menjalin
sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra di Tanah Air.
Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan usaha
sebesar Rp17,7 triliun, naik 39,3% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar
Rp12,7 triliun. Untuk aset sepanjang 2019, Pegadaian mencatata peningkatan
sebesar 23,7%, menjadi Rp65,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 52,8 triliun.




