Moneter.co.id – Amerika Serikat (AS) memasukan Indonesia kedalam ‘daftar khusus’ yang dituding bertanggung jawab atas defisit neraca perdagangan negeri Paman Sam itu.
Presiden AS Donald John Trump merilis 16 negara, termasuk Indonesia, yang dituding berbuat curang dalam kerangka kerja sama perdagangan hingga merugi US$50 miliar (Rp666,4 triliun).
Sementara 15 negara lain yang masuk daftar khusus Trump yaitu China, Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, Taiwan, dan Kanada.
Dilansir situs Channel News Asia, Selasa (4/4), Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengungkapkan, Trump segera mengeluarkan dua perintah eksekutif (executive order) untuk mencari akar masalah penyebab defisit neraca perdagangan AS.
Satu dari dua perintah eksekutif tersebut berupa analisa negara per negara dan produk per produk. Hasilnya akan diumumkan Trump dalam 90 hari ke depan. “Mereka akan melihat bukti kecurangan, kesepakatan dagang yang tidak sesuai perjanjian, minimnya penegakan hukum, permasalahan mata uang dan kendala dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” kata Ross.
Perintah ini dikeluarkan satu pekan sebelum Trump bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Florida. “Dalam sejumlah kasus ada negara yang lebih baik dan lebih murah dalam memproduksi sebuah barang daripada kita. Jadi, bukan berarti (negara) yang ada di dalam daftar tersebut jahat atau curang,” ujar Ross.
Trump berkali-kali mengklaim terjadi ketidakseimbangan perdagangan AS dikarenakan adanya kekuatan asing yang tidak bermoral, dibantu oleh kepentingan khusus AS yang mendorong penawaran perdagangan yang buruk.
Menurut Trump, ribuan pabrik telah dicuri dari negara kita. Tapi kini kekuatan Amerika telah pulih di Gedung Putih. “Di bawah pemerintahan saya, pencurian kemakmuran Amerika akan berakhir. Kami akan membela industri kami dan menciptakan lapangan kerja bagi pekerja Amerika,” ucapnya.
Rep.Top




