MONETER – Emiten
jasa pembiayaan PT Clipan Finance Indonesia
Tbk (CFIN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,59 miliar pada kuartal I/2022.
Laba ini turun hingga 96,06% jika dibanding periode yang sama tahun 2021
sebesar Rp40,58 miliar.
“Penurunan laba itu dipicu oleh pendapatan yang merosot sebesar
11,45% mencapai Rp360,36 miliar, dari kuartal yang sama tahun 2021 sebanyak
407,10 miliar,” tulis dari keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI),
Senin (27/6/2022).
Secara umum segmen jasa pembiayaan konsumen masih menopang
pemasukan CFIN sebanyak Rp248,39 miliar, disusul sewa pembiayaan Rp4,37 miliar,
dan sejumlah pos pendapatan lainnya.
Penurunan terbesar pemasukan datang dari nilai anjak piutang
menjadi Rp284,16 juta, dari sebelumnya Rp27,20 miliar. Per Maret 2022,
perseroan juga tercatat melepas aset tetap dengan keuntungan sebesar Rp51,17
juta.
Di tengah pendapatan yang berkurang, jumlah beban perseroan masih
berada di kisaran Rp359 miliar, tak jauh berbeda dari periode sama tahun lalu.
Kinerja kuartalan ini membuat CFIN membukukan laba per saham dasar
senilai Rp0,40, atau turun dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar
Rp10,18.
Per 31 Maret 2022, CFIN membukukan total aset sebanyak Rp7,45
triliun, atau lebih tinggi 4,67% dibandingkan akhir 2021 sebanyak Rp7,12
triliun.
Kewajiban pembayaran utang atau liabilitas perseroan tumbuh
menjadi Rp2,64 triliun, dari Rp2,31 triliun, sedangkan modal atau ekuitas CFIN
stabil di nominal Rp4,80 triliun.




