Kamis, Januari 15, 2026

Turun, Jumlah BUMN yang Rugi di Semester I/2017

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian BUMN mencatat jumlah perusahaan milik negara yang mengalami kerugian hingga semester I/2017 mencapai 24 perusahaan. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 27 perusahaan. 

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K Ro mengatakan, tiga BUMN kinerjanya membaik pada semester I 2017. Sehingga jumlah perusahaan yang rugi tersisa sebanyak 24 BUMN. “Tiga BUMN yang kinerja keuangannya menjadi positif, yaitu PT Djakarta Lloyd (Persero) PT Nindya Karya (Persero) dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), ujarnya, Selasa (29/8).

“Tiga perusahaan itu kembali bangkit karena dampak dari sinergi antar-BUMN. Djakarta Lloyd dapat pesanan mengangkut batubara milik PLN, Nindya Karya mendapat proyek konstruksi dari sejumlah BUMN Karya dan Varuna dapat order logistik sejumlah BUMN,” ucap Aloysius.

Sementara 24 BUMN yang masih merugi pada semester I/2017 yakni, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Berdikari (Persero), PT Indofarma (Persero) Tbk, PT Energy Management Indonesia (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), Perum PFN.

Selanjutnya, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Balai Pustaka (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Boma Bisma Indra (Persero), PT INTI (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Amarta Karya (Persero).

Kemudian, PT PDI Pulau Batam (Persero), Perum Damri, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Danareksa (Persero), PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero), PT Iglas (Persero), PT Istaka Karya (Persero).

Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro, mengatakan, ke-24 BUMN yang merugi pada tahun buku semester I 2017 tersebut umumnya karena berbagai macam persoalan. “Ada yang karena beban kerugian di masa lalu, ada yang karena salah manajamen, ada yang karena turunnya harga komoditas di pasar global dan karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan swasta,” ujarnya.

Dengan begitu, dari 24 BUMN itu diproyeksikan tidak seluruhnya tetap terpuruk hingga akhir 2017. “Ada BUMN yang tipikal usahanya baru memperoleh pendapatan dalam jumlah besar pada semester II setiap tahunnya,” ujar Putro.

“Menteri BUMN, Rini Soemarno, sudah menginstruksikan deputi BUMN dan asisten Deputi yang membidangi masing-masing BUMN yang merugi tersebut agar lebih aktif menangani sekaligus mengawasinya,” pungkasnya. (Hap)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img