Moneter.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk. bekerja sama dengan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan menyiapkan dana talangan
sebesar Rp1 triliun untuk membantu fasilitas kesehatan menjaga likuditas
melalui skema supply chain financing.
“Nilai tersebut akan ditinjau secara berkala dan tak ada
batas khusus. Kedepan bisa tambah, sesuai dengan pembayaran BPJS saja nanti,”
kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djadjanegara, Rabu (12/9).
Ia
mengatakan CIMB memprioritaskan unit usaha syariah terkait kerja sama tersebut.
Akan tetapi perseroan juga siap menyalurkan dana melalui bank konvensional.
“Syariah dulu , tapi tergantung nasabah mau pakai apa,” ucapnya.
“Bahwa
pada tahap pertama, penyaluran dana akan diberikan kepada rumah sakit yang
telah menjadi nasabah perseroan,” beber Pandji.
Dalam
hal tersebut azas kehatia-hatian akan tetap dijalankan. Pasalnya dana talangan
ini pada dasarnya sejenis dengan kredit modal kerja.
Pandji
menjelaskan dari segi risiko, penyaluran dana kepada mitra BPJS sebenarnya
hampir tidak memliki risiko. “Sumber uang BPJS jelas, hanya masalah waktu saja.”
Secara
rata-rata tenggat pembayaran kredit modal kerja tidak sampai 1 tahun. CIMB akan
memberikan tenor sesuai dengan jumlah tagihan yang diberikan oleh fasilitas
kesehatan.
Begitu
juga dengan bunga yang akan dibebankan kepada rumah sakit. “Misalnya rumah
sakit tersebut operasional finansial di kami, tentu kami tidak memberikan bunga
standar,” kata Pandji.
Adapun
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, BPJS Kesehatan wajib membyar
klaim atas pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan paling lambat 15 hari
kerja sejak dokumen diterima lengkap. CIMB akan berupaya memenuhi aturan
tersebut.
Sementara,
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan
sinergi dengan CIMB bukan yang pertama. Sebelumnya ada 9 bank lain yang juga
telah terdaftar dalam kerja sama serupa. “Ini bisa dimanfanfaatkan oleh
fasilitas kesehatan agar likuiditas berjalan baik,” ujarnya.
(TOP)




