Moneter.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyalurkan kredit
investasi sebesar Rp 1,2 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kredit tersebut menggunakan jaminan pemerintah untuk proyek Gardu Induk dan
Transmisi Program 35.000 MW Regional Jawa bagian Tengah.
“Proyek 35.000 MW dari sisi kebijakan memiliki 3 tujuan
strategis, yakni pertama, mendistribusikan pasokan listrik ke daerah-daerah
yang belum teraliri listrik,” kata Direktur Corporate Banking BRI Kuswiyoto di
Jakarta, Rabu (14/11).
Kedua, kata
Kuswiyoto, menambah cadangan listrik sebesar 30% di atas beban puncak pada
hampir semua wilayah. Dan ketiga, menjadikan listrik sebagai pendorong pertumbuhan
industri dan wilayah.
Fasilitas kredit dari Bank BRI tersebut dijamin oleh
pemerintah melalui kementerian keuangan sesuai dengan Peraturan Menteri
Keuangan Republik Indonesia No: 130/PMK.08/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pemberian Jaminan Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Ketenagalistrikan.
Hal ini, menunjukkan bahwa Pemerintah memiliki komitmen
yang sangat tinggi untuk menyelesaikan program 35.000 MW yang ditargetkan
rampung pada tahun 2019.
Kuswiyoto menjelaskan, dukungan pembiayaan ini bertujuan
agar pembangunan transmisi dan gardu induk dapat dilakukan tepat waktu.
“Apabila pembangunan transmisi dan gardu induk
selesai tepat pada waktunya, masyarakat dapat menikmati fasilitas listrik dari
PLN lebih cepat dan hal ini dapat menjadi salah satu daya dukung perekonomian
nasional,” kata Kuswiyoto.
Kuswiyoto menjelaskan beberapa proyek infrastruktur
ketenagalistrikan yang mendapatkan pembiayaan BRI diantaranya adalah proyek
transmisi Sumatera, PLTU Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Sulawesi, serta beberapa
proyek ketenagalistrikan swasta Independent Power Producer (IPP).
“Untuk tahun 2018, BRI mendorong penyaluran kredit
korporasi kepada sektor kelistrikan hingga akhir kuartal III/2018 dengan plafon
kredit khusus sektor kelistrikan mencapai Rp 41,99 triliun,” tungkas Kuswiyoto.




