Moneter.co.id – PT Bank UOB Indonesia memperkirakan
tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% di tahun 2018. Prediksi itu
lebih rendah dari proyeksi pemerintah yang sebesar 5,4%. Meski demikian,
diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan dan memaksimalkan
laju pertumbuhan ekonomi.
Senior Vice President Economic Research Head Finance and
Corporate Services Enrico Tanuwidjaja mengatakan, proyeksi tersebut didasari
pada beberapa faktor seperti peningkatan konsumsi swasta, pertumbuhan
pembelanjaan investasi, dan peningkatkan kinerja ekspor yang berkelanjutan. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,3%
pada 2018,” katanya di Jakarta, Kamis (22/02).
Menurutnya, permintaan konsumsi swasta ditopang oleh
pagelaran pilkada serentak, perhelatan Asian Games 2018, dan pertemuan tahunan
IMF-World Bank di Bali. Momen tersebut bakal mendongkrak konsumsi khususnya di
sektor perhotelan dan swasta. “Ini pasti konsumsi hotel dan tourism
naik,” ucap Enrico.
Selain itu, lanjut Enrico, pertumbuhan ekonomi global,
perbaikan harga komoditas, dan berbagai program infrastruktur domestik diyakini
akan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Adapun proyeksi angka inflasi di
akhir 2018 menjadi 4,2% secara tahunan (year on year/yoy). Prediksi
tersebut naik dari tahun sebelumnya karena dipicu kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM).
Rupiah diproyeksikan menyentuh ke bawah di
level Rp13.500 per USD dengan suku bunga 7 Days Repo Rate naik 0,25 bps menjadi
4,5%.
(HAP)




