Rabu, Januari 14, 2026

Wamendag ke Pemangku Kepentingan, Terus Dorong Transaksi Melalui Bursa Berjangka

Must Read

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti meminta para pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi untuk terus mendorong transaksi melalui bursa berjangka.

“Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan peran serta manfaat perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian nasional,” kata Wamendag Roro saat meresmikan pembukaan Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia tahun 2026 di Kantor Kemendag RI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

“Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang baik untuk sektor ini ke depannya,” harap Wamendag Roro.

Berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menunjukkan kinerja PBK dan inovasi produk yang diperdagangkan pada tahun 2025 meliputi nilai nominal (notional value) dari transaksi PBK tahun 2025 adalah sebesar Rp48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy). Sementara, volume transaksi tahun lalu adalah sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.

“Tadi juga sudah disampaikan beberapa progres dari sektor ini dan kami yakin bahwa kontribusinya juga sangat dinantikan, dan juga kelihatan bahwa ini berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional kita,” ujar Roro.

Wamendag juga menyoroti lemak dan minyak nabati termasuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang masih menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia pada tahun lalu dengan nilai 28,37 miliar dolar AS.

Selain itu, Wamendag Roro berharap agar komoditas unggulan yang belum diperdagangkan di bursa berjangka untuk dapat diperdagangkan demi mendapat manfaat pembentukan harga, harga acuan serta manfaat lindung nilai atau pun hedging.

“Dengan optimalnya manfaat dari PBK tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan negara serta mampu menjaga surplus neraca perdagangan Indonesia,” ujar Roro.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img