Moneter.id – Jakarta
– Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) RI Angela Tanoesoedibjo
menekankan pentingnya sektor ekonomi kreatif (ekraf) dalam pembangunan ekonomi
yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif melibatkan
pemberdayaan perempuan dan pemuda sehingga menciptakan kesejahteraan dan
kemandirian,” katanya Angela saat menjadi pembicara kunci di High-Level
Briefing and Panel Discussion dengan tema “Promoting Creative Economy for
Sustainable Development” yang diselenggarakan oleh PBB di Amerika Serikat,
Kamis (7/9/2022)
Katanya, industri kreatif
memiliki peran yang sangat penting, khususnya pembangunan ekonomi yang inklusif
melalui pengembangan inovasi dan memberikan kesempatan yang sama untuk
memberdayakan perempuan dan pemuda,” kata Wamenparekraf Angela.
Wamenparekraf juga
menyampaikan tahun 2021 merupakan tahun yang penting bagi industri kreatif,
karena tahun tersebut dinyatakan sebagai “The international year of the
creative economy for sustainable development”.
Deklarasi itu menjadi
harapan bagi para pelaku kreatif dan pemangku kepentingan, serta sebuah
pengingat bahwa kekuatan industri bergantung pada kreativitas seseorang.
Menurutnya, industri ini
memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama saat
pandemi COVID-19. Tercatat terjadinya pertumbuhan konsumsi media yang meningkat
selama pembatasan sosial.
“Kami juga menyaksikan
percepatan pemulihan dalam industri kreatif pascapandemi karena permintaan dan
kebutuhan yang lebih banyak atas barang dan jasa kreatif,” kata Wamenparekraf.
Selain penciptaan nilai
ekonomi inklusif, Wamenparekraf menekankan industri kreatif juga merupakan
media yang paling efektif untuk melestarikan budaya dan memperkuat kohesi
sosial.
Beberapa negara bahkan
menyoroti sektor kreatif sebagai alat soft diplomacy. Dan di sisi lain,
manifestasi budaya melalui industri kreatif membentuk dan meningkatkan
identitas dan persatuan suatu negara.
“Ekonomi kreatif pun menjadi
sumber alternatif pertumbuhan ekonomi melalui kreativitas dan inovasi manusia
tanpa batas lewat pengetahuan, teknologi, dan penciptaan kekayaan intelektual.
Oleh karenanya, kita perlu menyuarakan pentingnya ekonomi kreatif lebih dari
sebelumnya,” kata Wamenparekraf.
Ia juga menyampaikan bahwa
di Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor ekonomi
kreatif diperkuat dengan diterbitkannya peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24
Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun
2019.
Ini merupakan suatu
terobosan yang menjadi bentuk keberpihakan pemerintah bagi pelaku ekraf di
Tanah Air.
Selain itu, Indonesia juga
secara konsisten berkomitmen memajukan ekonomi kreatif dengan menyelenggarakan
konferensi tingkat dunia pertama yang membahas ekonomi kreatif yaitu World
Conference on Creative Economy (WCCE) dan juga menyelenggarakan Friends of
Creative Economy (FCE).
“Pada 2018, Indonesia
menginisiasi WCCE pertama di Bali, yang dilanjutkan oleh UEA, dengan WCCE kedua
pada 2021 di Dubai. Dan tahun lalu, Indonesia menjadi tuan rumah WCCE 2022
ketiga sebagai salah satu side event untuk KTT G20 di Bali,” kata
Wamenparekraf.
Pada kesempatan tersebut,
Wamenparekraf turut mengundang para panelis serta seluruh peserta yang hadir
untuk menghadiri penyelenggaraan WCCE 2024 di Uzbekistan, dan berpartisipasi
pada Friends of Creative Economy, pada 4 Oktober 2023 di Indonesia dengan fokus
pada merancang dan memberikan dukungan kebijakan yang kuat kepada ekonomi
kreatif.
“Mari berkolaborasi untuk
meningkatkan dan mengembangkan ekonomi kreatif, sehingga terciptanya pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Wamenparekraf Angela.




