Moneter.id – PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1,01
triliun pada semester I/2019. Laba ini tumbuh 60,48% dibandingkan periode
yang sama pada 2018.
“Kami
ingin menjadi perusahaan engineering,
procurement and construction (EPC) dan investasi terdepan yang berfokus
pada kualitas sehingga semua pengerjaan harus dimulai dengan proses perencanaan
yang baik dan terukur,” ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana di Jakarta, Jumat (2/7).
Tumiyana
mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan
kualitas dan efisiensi sehingga membuahkan net profit margin sebesar 8,93% dari penjualan
Rp11,36 triliun.
WIKA
selama ini telah memanfaatkan building
information modelling dengan optimal untuk merumuskan bentuk desain, model,
visualisasi, dan simulasi. Dengan demikian, segala risiko, termasuk di
antaranya yang menyebabkan biaya pengerjaan menjadi lebih besar pada saat
proses konstruksi bisa lebih diminimalkan.
Selain
itu, dapat disampaikan juga bahwa penerapan strategi backward-forward
terintegrasi yang dilakukan WIKA pada 7 portofolio bisnisnya, mampu
meningkatkan supply chain, efisiensi biaya produksi, dan mendorong perkembangan
bisnis yang berkelanjutan (Investasi) sehingga meningkatkan laba.
Tumiyana
menyampaikan keyakinannya bahwa WIKA akan terus meningkatkan kapasitasnya
dengan mengerjakan proyek-proyek baru berskala besar karena masih memiliki
cukup ruang untuk meningkatkan kekuatan permodalan. Saat ini, net gearing ratio dan gross gearing ratio perusahaan
masing-masing tercatat masih pada angka 0,74 dan 1,05.
Kinerja
positif perusahaan di semester I/2019,
turut tercermin dari perolehan kontrak baru yang mencapai Rp15,23 triliun.
Segmen infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27%; segmen energi dan
industrial plant 39%;
segmen industri 17,60%,
dan segmen properti sebesar 4,12%.




