Moneter.co.id – PT XL Axiata Tbk berencana akan menambah 17.000 menara
telekomunikasi (base transceiver station/BTS)
sepanjang 2018. Hal ini dilakukan perseroan setelah tidak memenangkan
frekuensi radio yang dilelang pemerintah beberapa waktu lalu.
“Sebanyak 55% di Pulau Jawa bangunnya, tahun lalu sekitar
60% di Pulau Jawa. Jadi di Pulau Jawa semakin dikurangi,” kata Direktur
Keuangan Mohamed Adlan beberapa hari lalu.
Menurutnya, perusahaan menambah lebih dari 16 ribu BTS tahun
lalu, sehingga perusahaan telah memiliki 101.094 hingga akhir tahun 2017.
Pencapaian itu naik 20% dari total kepemilikan BTS perusahaan tahun 2016.
“Jaringan 4G LTE perusahaan menjangkau 360
kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia ditopang oleh lebih dari 17
ribu BTS 4G dan hampir 46 ribu BTS 4G,” ucap Adlan.
Seperti diketahui, XL Axiata membukukan laba bersih sebesar
Rp375 miliar pada tahun 2017. Angka itu terbilang stagnan dibandingkan dengan
pencapaian tahun sebelumnya yang juga berada di kisaran yang sama.
Sementara itu, pendapatan perusahaan berhasil naik meski
tipis sebesar 7%. Alhasil, XL Axiata meraup pendapatan sebesar Rp22,87 triliun
dari sebelumnya Rp21,34 triliun.
Pertumbuhan jumlah pelanggan yang mengakses layanan data XL
membuat trafik layanan data perusahaan meningkat 148% secara tahunan year on year (yoy).
(TOP)




