Moneter.id – Kunci keberhasilan secara finansial terletak pada cara pandang dan mentalitas terhadap
uang. Banyak orang yang sebenarnya sudah memiliki penghasilan besar tapi
kondisi finansialnya tidak stabil karena mentalitasnya tidak diperbaiki.
Setidaknya
ada beberapa mentalitas dasar yang memberikan dampak besar terhadap lambatnya
proses perbaikan finasial seseorang.
Dilansir
dari CekAja.com, Rabu (11/3/2020) berikut adalah enam mentalitas yang dapat menjebak kamu dalam
kondisi finasial yang buruk dan cara supaya kamu bisa segera keluar dari
jebakan ini.
Pertama, hanya hidup untuk sekarang. Akan sangat sulit membuat uang kamu bertambah
jika kamu hanya fokus pada hal yang paling mudah dan paling menarik sekarang
ini.
Contohnya,
akan lebih mudah dan nikmat ketika kamu bisa membeli kopi kekinian daripada
repot membuatnya sendiri di rumah. Kamu mungkin juga akan merasa lebih keren
jika bisa membeli smartphone paling
canggih yang baru dirilis minggu ini.
Apakah kamu menyadari pada saat kamu melakukan hal di
atas, sebenarnya kamu sedang memperlama masa kemiskinanmu. Jika kamu bisa
menahan diri dari godaan jajan kopi atau beli ponsel baru, uang yang kamu
miliki bisa digunakan untuk investasi atau masuk ke rekening dana darurat.
Kedua, mudah tertipu harga murah. Untuk berhemat tidak berarti kamu harus
membeli semua barang yang harganya paling murah. Itu bukanlah sebuah prinsip
yang bijak dan menguntungkan secara finansial.
Daripada
hanya fokus pada harga, lebih baik mempertimbangkan soal kualitas dan nilainya
secara keseluruhan. Akan lebih baik mengeluarkan uang lebih banyak untuk
membeli benda yang awet satu hingga dua tahun, dibandingkan membeli barang
murah yang akan rusak setelah satu atau dua kali pakai.
Hal itu juga
berlaku dalam hal membeli makanan. Daripada hanya membeli makanan cepat saji
atau junk food yang murah, lebih baik makan makanan yang sehat dengan biaya
sedikit lebih mahal.
Jika kamu
terus-terusan makan sembarangan asal murah, pada akhirnya uangmu hanya akan
habis untuk biaya ke rumah sakit. Lebih baik mengeluarkan uang agak banyak
untuk makan tapi tidak akan mengeluarkan biaya rumah sakit.
Ketiga, hidup mewah melebihi
kemampuan. Berhenti mengatakan ke diri sendiri bahwa
kamu layak mendapatkan barang mahal yang tidak mampu kamu beli.
Ingatkan dirimu
bahwa kamu layak hidup di mana kamu tidak harus bekerja keras sampai usia 80
tahun hanya untuk membayar semua utang dan kebutuhan sehari-hari.
Daripada
kamu terus-terusan mengandalkan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang
mahal yang tidak mampu kamu beli secara kontan, lebih baik kamu menabung.
Ya,
tabunglah uang sedikit demi sedikit sampai uangmu cukup untuk membeli apa yang
kamu inginkan.
Keempat, tidak membuat catatan
pengeluaran. Banyak orang yang sebenarnya berpenghasilan
besar tapi uangnya entah kemana, tidak ada tabungan atau investasi apapun.
Semuanya hilang tanpa bekas.
Apakah kamu
mengalami hal yang demikian? Mungkin karena selama ini kamu tidak memiliki
catatan pengeluaran. Kamu juga tidak memiliki sistem budgeting.
Pokoknya
selagi masih ada saldo dan uang di dompet, beli apa saja yang diinginkan tanpa
mempertimbangkan apapun. Padahal itu adalah faktor utama yang membuat
finansialmu memburuk.
Mulai
sekarang, kamu harus membuat budgeting yang jelas. Catat pemasukan,
pengeluaran, dan berapa dana yang akan kamu simpan dan masuk ke dana darurat.
Jika tidak bisa melakukannya secara manual, gunakan aplikasi digital untuk
membantu.
Kelima, tidak memperhitungkan pajak. Memperhitungkan pajak ternyata sangat
berpengaruh terhadap kesehatan finasialmu. Orang dengan mentalitas yang buruk
akan cenderung mengabaikan jumlah pajak yang harus dibayarkan. Padahal
perencanaan pajak sangatlah signifikan dalam perencanaan keuangan.
Misalnya
saja saat kamu akan berpindah tempat tinggal. Pikirkan dan perhitungkan soal
perubahan pajak dan biaya yang akan dibutuhkan dalam perpindahan tersebut.
Pertimbangkan apakah biayanya akan membengkak atau ada cara yang bisa dilakukan
untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.
Keenam, tidak upgrade diri sendiri. Di luar faktor pengaturan keuangan, ada hal
lain yang membuat kamu sulit berkembang secara finansial yakni kamu tidak mau
menambahkan ‘nilai jual’ dirimu sendiri.
Saat orang
lain belajar banyak hal, menambah ilmu dan pengetahuan, kamu bertahan dengan
apa yang kamu miliki.
Padahal jika
kamu menambah nilai dirimu, tentu itu akan membuat orang lain mau membayar
lebih untuk jasa dan kemampuanmu. Dengan begitu, pemasukanmu juga akan naik
juga.
Ubah
mentalitas kamu dari sekarang. Ingatkan diri sendiri bahwa cara untuk bisa membiayai dirimu di masa
depan adalah dengan merencanakan keuangan mulai saat ini.




