Kamis, Maret 12, 2026

Dituding Sebagai Penyebab Tingginya Harga Tiket Pesawat, Menkeu Bakal Kaji PPN Avtur

Must Read

Moneter.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan
pemerintah bersedia mengkaji besaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas avtur
agar setara dengan negara-negara lain mengingat masalah tersebut dituding
sebagai penyebab tingginya harga tiket pesawat.

“Kalau penerapan PPN itu adalah sama, kita akan
berlakukan sama. Jadi kita lihat supaya kita tidak ada kompetisi tidak sehat
antara Indonesia dengan yang lainnya,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa
(12/2).

Menkeu mengatakan pemerintah akan membandingkan PPN avtur di
Indonesia dengan tarif di negara-negara lain. “Kalau itu sifatnya adalah level of playing field, kita bersedia
untuk membandingkan dengan negara lain, dengan Singapura, Malaysia,” ujar
dia.

Sebelumnya, tarif PPN dikeluhkan oleh dunia usaha karena
diduga menjadi beban yang dikonversikan oleh maskapai penerbangan ke harga
tiket pesawat.

Adapun, saat ini, PPN atas transaksi avtur untuk keperluan
angkatan udara di Indonesia sebesar 10 persen. Tarif PPN tersebut sudah
dibebankan sejak 2003. Sedangkan, tarif PPN atas penyerahan avtur di
negara-negara tetangga di Asia Tenggara, masih berkisar satu digit.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/2)
malam mengatakan monopoli dan tingginya harga avtur yang dijual oleh
Pertamina  menyebabkan maskapai
penerbangan dalam negeri menaikkan harga tiketnya. Terkait hal itu, Presiden akan
memanggil Direktur Utama PT. Pertamina Persero Nicke Widyawati pada hari ini
untuk membahas persoalan tersebut.

Jokowi mengaku baru mengetahui tarif pesawat domestik
meningkat tinggi karena harga avtur yang mahal. “Ternyata avtur yang
dijual di Soekarno-Hatta dimonopoli oleh Pertamina,” kata Jokowi dalam
sambutan Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Presiden Jokowi akan memberikan dua pilihan kepada Pertamina.
Pertama, meminta Pertamina menyesuaikan harga agar harga avtur domestik setara
dengan harga internasional. Jika opsi pertama tidak bisa dilakukan, maka
pilihan keduanya pemerintah akan mengizinkan perusahaan minyak lain menjual
avtur sehingga menyebabkan kompetisi harga.

Dengan opsi terakhir, Jokowi meyakini akan ada banyak
perusahaan minyak tertarik dalam pendistribusian avtur di Bandara
Soekarno-Hatta. Di sisi lain, Jokowi pun yakin Pertamina mampu bersaing. (Ant)


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Visa Gandeng Skorcard Perluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia

PT Visa Worldwide Indonesia (Visa) bersama PT Skorcard Teknologi Indonesia (Skorcard) berkolaborasi menggabungkan jaringan pembayaran global Visa dengan platform...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img