Senin, Maret 2, 2026

WhatsApp Cegah Penipu dengan Tips Sederhana Berikut Ini

Must Read

Moneter.id – Menjadi korban
penipuan merupakan hal sangat tidak diinginkan semua orang. Banyak cara orang
melakukan penipuan terhadap para korbannya. Salah satunya dengan melakukan
penipuan secara
 online
Kasus penipuan atau
 scam bisa berupa pesan yang didapatkan dari pihak ketiga
yang tidak jelas, contohnya adalah
 spam, tipuan (hoax), dan pengelabuan (phishing).

Berdasarkan data Direktorat Tindak Pidana Siber, satuan kerja yang
berada di bawah Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim
Polri) telah menerima laporan sebanyak 1.617 kasus dalam
 marketplace,
media sosial, surel, atau platform online lainnya mulai Januari hingga Desember
2019.  

Dalam
praktiknya, para penipu mencoba berbagai
 modus operandi untuk mendorong korban melakukan tindakan tertentu.

 Nah, sebagai salah satu aplikasi perpesanan yang paling banyak digunakan
di dunia, WhatsApp senantiasa mengembangkan fitur-fitur yang dapat membantu
mengamankan informasi pribadi Anda. Percakapan yang terjadi di dalam ruang
perpesanan pribadi harus tetap terjaga kerahasiaannya di antara sang pengirim
dan sang penerima.

WhatsApp sangat
peduli terhadap privasi dan keamanan para penggunanya, dan pesan yang Anda
terima di perangkat Anda tidak seharusnya dapat diakses oleh orang lain.

Berikut tips
keamanan dasar (security 101) dari WhatsApp untuk mencegah aksi tipu
daya penjahat siber.
 

1. Si Peniru

Waspadalah! Penipu bisa muncul dengan berbagai wajah.
Mereka dapat berpura-pura menjadi teman atau kerabat dekat Anda, yang mengaku
sangat membutuhkan uang dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal.

Dengan alasan sedang terkena musibah seperti baru saja
dirampok, dipenjara, atau bahkan dirawat inap, mereka dapat mengarang alasan
dan meyakinkan kita untuk mengirimkan sejumlah uang.

Jika Anda tidak ingin menjadi korban, pertama-tama
perhatikanlah bahasa yang coba ditiru si penipu. Gaya percakapan yang digunakan
mungkin berbeda, seperti tutur bahasa yang dipilih, cara mereka menjelaskan
situasi, dan hal kecil lainnya yang membuat kita ragu.
 

Jangan lupa pula untuk menanyakan informasi tambahan
dari sumber yang terpercaya. Setelah Anda mengetahui bahwa ini salah satu modus
penipuan, WhatsApp mendukung kita untuk melaporkan dan memblokir pengguna
tersebut dengan membuka
 chat > klik kontak atau nama grup > klik Laporkan
atau Blok kontak.

2. Si Pemberi Harapan

Pernahkah Anda menerima pesan yang menyatakan bahwa
Anda beruntung menjadi pemenang hadiah secara tiba-tiba? Jika iya, ada
kemungkinan Anda sedang menjadi target penipuan. Biasanya, oknum penipu mengaku
sebagai pihak perusahaan/
 brand yang meyakinkan bahwa kita memenangkan hadiah besar,
atau sekadar menawarkan pekerjaan yang sebelumnya kita tidak pernah mendaftar.

Tujuan utama mereka yakni mencoba memperoleh informasi
pribadi kita atau menipu untuk meminta uang.
 Ingatlah ungkapan “if it’s too
good to be true, it probably is”
, artinya jika suatu hal terlalu mustahil
untuk menjadi kenyataan, memang hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Jika Anda
menerima sebuah pesan dan tidak yakin apakah itu tergolong sebagai modus
penipuan, berhentilah dan periksalah kembali pesan tersebut dengan seksama.
 Berikut adalah beberapa karakteristik atau isi
pesan yang harus dihindari:

– Mengandung kesalahan ejaan atau tata bahasa;

– Meminta Anda untuk mengetuk tautan;

– Meminta Anda untuk membagikan informasi pribadi Anda
(seperti nomor kartu kredit dan rekening bank, tanggal lahir, kata sandi);

– Meminta Anda
untuk meneruskan pesan;

– Meminta Anda
untuk mengklik tautan untuk “mengaktifkan” fitur baru;

– Menyatakan bahwa
Anda harus membayar untuk menggunakan WhatsApp (WhatsApp tidak akan meminta
imbalan karena WhatsApp sendiri tidak dapat mengakses maupun membaca pesan Anda
berkat enkripsi ujung-ke-ujung yang selalu aktif)

Jika Anda
menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, segera hapus dan laporkan pesan
tersebut. Jangan mengklik tautan atau memberi informasi pribadi apapun walaupun
dengan imbalan hadiah.

3. Tautan
Mencurigakan

Sebuah indikator
(lihat ilustrasi) mungkin ditampilkan ketika tautan mengandung kombinasi
karakter yang dianggap tidak umum. Penipu mungkin menggunakan kombinasi
karakter ini untuk mengecoh Anda agar Anda mengetuk tautan yang sepertinya akan
membuka situs web yang sah, tetapi sebenarnya akan membawa Anda ke situs yang
berbahaya.

Ketika menerima tautan, tinjau konten pesan dengan
hati-hati. Jika tautan ditandai sebagai tautan yang mencurigakan, Anda dapat
mengetuk tautan tersebut dan pesan
 pop-up akan ditampilkan–menyoroti karakter yang tidak umum di
dalam tautan tersebut. Kemudian Anda dapat memilih untuk membuka tautan
tersebut atau kembali ke
 chat.

4. Sesuaikan Pengaturan Anda!

Masih khawatir terpedaya oleh para penipu? Tenang, ada
WhatsApp yang siap membantu! WhatsApp telah membuat beberapa kendali dasar yang
dapat Anda sesuaikan untuk membantu Anda melindungi diri sendiri:

– Mengendalikan siapa yang dapat melihat informasi Anda dengan mengatur Terakhir Dilihat (last seen), Foto Profil, dan
atau Status di dalam pengaturan privasi.

– Mengendalikan siapa yang dapat menambahkan Anda ke
grup
 dengan membuka Setelan/Pengaturan dalam aplikasi, lalu
ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi
berikut: “Kontak Saya Kecuali,” “Kontak Saya,” atau “Semua Orang.”

– Memberikan lapisan keamanan tambahan dengan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah. Caranya? Untuk
mengaktifkannya, buka “Pengaturan” lalu pilih “Akun” dan pilih “Verifikasi Dua
Langkah”.
 
Cara
ini merupakan cara terbaik untuk melindungi data pribadi Anda.

WhatsApp
memastikan pesan yang dikirim dan diterima telah terenkripsi secara
 end-to-end (ujung-ke-ujung) guna menghindari pihak ketiga, bahkan
WhatsApp, untuk melihat percakapan Anda.

Di WhatsApp,
membuat ruang yang aman bagi para pengguna untuk berkomunikasi dengan satu sama
lain adalah prioritas utama. Namun sebagai pengguna, Anda harus selalu waspada
ketika menerima pesan dari pihak tidak berkepentingan yang tidak berada dalam
kontak Anda.

Memahami
tanda-tanda mencurigakan saat melakukan interaksi dengan nomor yang tidak
dikenal adalah awal yang baik untuk mulai menanam rasa tanggung jawab sebagai
warganet. Jika Anda telah menguasai langkah sederhana ini, Anda akan lebih
tahan terhadap serangan para penjahat siber di luar sana.

 

Selamat tinggal penipu!

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img