Moneter.co.id – Uni Eropa (UE) memberikan bantuan untuk para keluarga yang terkena dampak letusan Gunung Agung di
Bali senilai 100 ribu Euro atau sekitar Rp1,6 miliar.
“Hari ini, Kantor Bantuan Kemanusiaan Eropa (ECHO) telah
memberikan bantuan dana tersebut kepada Palang Merah Indonesia (PMI),”
kata Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Guerend di Jakarta, Rabu (13/12).
Bantuan itu diperuntukkan bagi sekitar 11 ribu masyarakat di
beberapa wilayah yang paling terdampak letusan seperti Bangli, Buleleng,
Gianyar, dan Karangasem, yang terpaksa harus tinggal sementara di kamp-kamp
pengungsian. Bahan penampungan,
air minum, perlengkapan bayi, jamban, masker, serta pelayanan kesehatan
disediakan bagi para korban.
Selain itu, UE juga mendukung pemulihan dan mempertemukan
kembali keluarga-keluarga yang terpisah akibat bencana tersebut.
Sebelumnya diberitakan, letusan Gunung Agung mengakibatkan 66
ribu orang yang tinggal di zona paling berisiko mengungsi ke sekitar 220
permukiman sementara, juga menyebabkan penutupan sementara Bandara
Internasional I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu.
Status siaga Gunung Agung pertama kali diberlakukan pada
September lalu setelah lonjakan aktivitas seismik mengindikasikan letusan
berkekuatan tinggi dilaporkan.
Aktivitas gempa sejak saat itu menurun, namun pada 27 November status
siaga kembali naik ke level 4 karena gunung berapi tersebut terus memuntahkan
abu vulkanik.
Hingga Minggu (10/12) dilaporkan Gunung Agung 17 kali
mengembuskan asap bertekanan sedang berwarna putih dan kelabu dengan ketinggian
300 meter hingga 1.500 meter dari atas kawah. (HAP)




