Rabu, Januari 14, 2026

Buwas: Tak Ada Peluru Karet, Tembak Mati Langsung Pengedar Narkoba

Must Read

Moneter.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi
Waseso memerintahkan anggotanya agar bertindak tegas dengan menembak mati
setiap pengedar narkoba. 

Buwas menilai cara itu cukup efektif untuk memutus mata
rantai penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia. 
“Penegakan hukum di Indonesia selama ini kurang tegas
dalam hal masalah narkotika. Itu sebabnya Indonesia menjadi negara sasaran bagi
11 negara penyuplai obat-obatan terlarang,” ujarnya, Kamis (11/01).

Untuk itu sejak menjabat sebagai Kepala BNN, Buwas telah
membekali anggota BNN dengan pistol.
“Tidak perlu pakai peluru hampa atau peluru karet. Tidak ada lagi
tembakan peringatan bagi pengedar narkoba. Tidak perlu buang-buang peluru lagi.
Saya perintahkan untuk tembak langsung tanpa peringatan,” tegasnya. 

Buwas menjelaskan, perintah tembak langsung itu ditanamkan
kepada segenap anggota BNN di pusat maupun daerah karena penyelundup maupun
pengedar narkoba selalu memperbarui modus demi dapat meloloskan suplai dari
luar negeri.

Buwas mengapresiasi tindakan tegas yang telah dilakukan
anggota BNN Provinsi Jawa Timur saat melumpuhkan gembong narkoba setelah
melalui kejar-kejaran menggunakan kendaraan mobil dari Pelabuhan Tanjung Perak
Surabaya sekitar sepekan yang lalu.

Buwas menyebut H-M-D, inisial gembong narkoba yang
dilumpuhkan anggota BNN Jawa Timur saat itu, adalah otak intelektual
penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia melalui Banjarmasin,
Kalimantan Selatan, yang kemudian dibawa ke Jawa Timur menggunakan kapal feri
tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Buwas mengungkapkan barang bukti yang berhasil diamankan oleh
petugas BNN Jawa Timur dalam penangkapan tersebut adalah sabu-sabu seberat 7,3
kilogram, atau senilai Rp14,6 miliar, yang dikemas rapi seolah susu bubuk.

“Inilah yang saya bilang modus para pelaku penyelundupan
narkoba selalu berubah. Karena sebelum mereka mengemasnya seolah susu bubuk,
kami pernah amankan barang bukti narkoba yang dimasukkan dalam kemasan
teh,” ujarnya.

Pengungkapan kasus peredaran narkoba oleh anggota BNN Jatim
ini, lanjut dia, setidaknya juga telah menyelamatkan 29.200 orang Indonesia,
dengan asumsi per gramnya dikonsumsi oleh 4 orang. 

 

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img