Selasa, Juli 21, 2026

Pasar Properti Makin Selektif, Pengembang Beralih Fokus ke Optimalisasi Aset

Must Read

Pasar properti Indonesia memasuki fase transformasi pada 2026. Setelah beberapa tahun bertumpu pada ekspansi proyek dan penambahan pasokan, pelaku industri kini mulai mengubah strategi dengan memprioritaskan peningkatan kualitas aset yang telah dimiliki. Pergeseran ini dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya saing di tengah pasar yang semakin selektif.

Head of Marketing & Communications Colliers Indonesia, Yulia Miranti, mengatakan fokus industri properti kini tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan melalui pembangunan proyek baru, tetapi menciptakan nilai jangka panjang melalui optimalisasi aset, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Pasar properti memasuki babak baru ketika kualitas kini menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan kuantitas. Di hampir seluruh sektor, persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh ekspansi maupun harga, tetapi juga oleh kualitas aset, efisiensi operasional, pengalaman pengguna, serta kemampuan memenuhi tuntutan penerapan prinsip ESG,” ujar Yulia Miranti dalam siaran pers, Senin (20/7).

Menurut Colliers, perubahan strategi tersebut terlihat di hampir seluruh sektor properti. Di pasar perkantoran Jakarta, penyewa kini lebih memilih gedung yang menawarkan ruang siap pakai, fleksibilitas kontrak, akses transportasi publik, hingga sertifikasi bangunan hijau. Akumulasi ruang kosong yang masih tinggi juga membuat pemilik gedung lebih mengutamakan peningkatan kualitas bangunan dibandingkan perang harga.

Gedung-gedung lama dinilai memiliki peluang tetap kompetitif apabila melakukan renovasi fasilitas, memperbaiki kualitas udara, memperbarui sistem bangunan, hingga memperoleh sertifikasi bangunan hijau. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan diskon sewa.

Di sektor apartemen, pengembang juga mulai mengubah pendekatan bisnis. Tingginya suku bunga membuat peluncuran proyek baru dilakukan lebih selektif, sementara penjualan difokuskan pada unit siap huni yang masih tersedia. Berbagai insentif, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), menjadi pendorong transaksi tanpa harus memangkas harga jual.

Colliers juga mencatat meningkatnya permintaan hunian ekspatriat seiring masuknya investasi baru di sektor energi, teknologi, pertambangan, dan industri. Namun, pasokan hunian modern yang telah direnovasi dan siap ditempati masih terbatas sehingga memperkuat posisi pemilik properti dalam mempertahankan tarif sewa.

Sementara itu, sektor ritel dinilai memasuki era baru ketika keberhasilan pusat perbelanjaan tidak lagi ditentukan oleh luas area maupun jumlah tenant. Pengembang kini lebih fokus melakukan reposisi mal, mengkurasi komposisi penyewa, serta menghadirkan pengalaman berbelanja yang mampu meningkatkan loyalitas pengunjung.

Di industri perhotelan, operator juga semakin mengurangi ketergantungan pada pasar pemerintah dengan memperluas segmen bisnis ke wisatawan individu, keluarga, hingga penyelenggaraan berbagai acara berbasis pengalaman. Strategi diversifikasi pendapatan dinilai menjadi kunci menjaga profitabilitas di tengah pemulihan yang belum merata.

Sementara di kawasan industri Semarang Raya, daya tarik investasi tidak lagi hanya berasal dari harga lahan yang kompetitif. Investor kini lebih mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kualitas utilitas, konektivitas logistik, hingga ketersediaan ekosistem bisnis yang mendukung operasional.

“Strategi yang ditempuh tidak lagi sekadar menambah pasokan, tetapi lebih diarahkan pada renovasi, reposisi aset, peningkatan kualitas bangunan, serta pemanfaatan inventori yang tersedia secara lebih optimal. Pergeseran ini mencerminkan pasar yang semakin selektif, disiplin, dan berorientasi pada strategi jangka panjang,” kata Yulia.

Colliers menilai pelaku industri yang mampu meningkatkan kualitas aset, menghadirkan fleksibilitas layanan, serta menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan pasar akan memiliki daya saing lebih kuat dan berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik dalam beberapa tahun mendatang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Solo Tampilkan Talenta Dance Terbaik, Waackanizm Melaju ke Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026

Setelah melahirkan tiga finalis terbaik dari Medan, Jakarta, dan Bandung, Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 kini hadir di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img