Sabtu, Maret 7, 2026

KPPI Selidiki ‘Safeguards’ Impor Ubin Keramik

Must Read

Moneter.co.id – Komite Pengamanan
Perdagangan Indonesia (KPPI) mulai melakukan penyelidikan Tindakan Pengamanan
Perdagangan atau
safeguards atas lonjakan volume impor ubin keramik pada
29 Maret 2018 lalu. Penyelidikan dilakukan setelah mendapat permohonan dari
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) yang mewakili industri dalam
negeri penghasil ubin keramik.

“Dari bukti awal permohonan yang diajukan pada 26 Maret 2018 lalu, KPPI
menemukan adanya lonjakan volume impor barang ubin keramik. Selain itu, juga
terdapat indikasi awal kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang
dialami industri dalam negeri. Kerugian ini diakibatkan oleh lonjakan volume
impor barang ubin keramik,”
kata
Kepala KPPI Mardjoko disiaran resmi yang MONETER.co.id terima, Rabu (4/04).

Mardjoko
menjelaskan, kerugian atau ancaman kerugian terlihat dari beberapa indikator
kinerja industri dalam negeri pada periode 2015-2017.

“Indikator
tersebut antara lain meningkatnya persediaan akhir atau jumlah barang yang
tidak terjual, menurunnya volume produksi dan penjualan domestik yang membuat
industri dalam negeri terus mengalami kerugian finansial, serta menurunnya
produktivitas dan kapasitas terpakai,” ujarnya.

Selain itu, lanjut
Mardjoko, juga berkurangnya jumlah tenaga kerja dan menurunnya pangsa pasar
industri dalam negeri di pasar domestik.

Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam tiga tahun terakhir (2015-2017), volume
impor ubin keramik terus meningkat. Pada tahun 2015 impor ubin keramik sebanyak
861.341 ton, kemudian tahun 2016 naik 24,7% atau sebanyak 1.073.972 ton, dan
tahun 2017 naik 17,5% atau sebanyak 1.262.016 ton. Rata-rata kenaikan volume
impor ubin keramik sebesar 21,1% per tahun.

“Dari data tersebut dapat dilihat adanya kenaikan impor sebesar 46,5%
pada tahun 2017 dibanding tahun 2015,”
tandas Mardjoko.

Negara asal
impor barang ubin keramik antara lain China, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Volume impor ubin keramik terbesar berasal dari China, dengan pangsa impor
sebesar 97,19% dari total impor ubin keramik Indonesia tahun 2015.

Sementara pada
tahun 2016 pangsa pasarnya meningkat sebesar 98,84% kemudian tahun 2017 turun
menjadi 96,03%.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img