Sabtu, Maret 7, 2026

ALAMI Bakal Merevolusi Industri Keuangan Syariah Indonesia

Must Read

Moneter.id – Perusahaan
teknologi finansial (tekfin) 
aggregator syariah pertama di
Indonesia, PT
 ALAMI
Teknologi Sharia (ALAMI) meluncurkan platform digital yang mampu menjadi wadah
bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mengakses pembiayaan ke berbagai
lembaga keuangan syariah di Indonesia dengan mudah. ALAMI memiliki misi untuk
membuka akses seluas mungkin kepada para pelaku usaha untuk terus bertumbuh
dengan sokongan pendanaan dari lembaga keuangan syariah.

Dima Djani CEO dan Founder dari ALAMI mengatakan ALAMI sebagai katalis untuk merevolusi
wajah industri keuangan syariah di Indonesia melalui upaya digitalisasi
beberapa hal dalam proses pembiayaan.

“Kolaborasi
antara perbankan syariah dan perusahaan tekfin akan memberikan dampak yang
signifikan di beberapa aspek perekonomian, sekaligus menata kembali wajah
industri keuangan syariah,” ucap Dima saat memimpin diskusi panel “Islamic
Banking 4.0: The Rise of Technology and Sharing Economy”
,” ucapnya, Selasa, (5/06).

Secara
spesifik, Dima menyebutkan bahwa sektor perbankan syariah di Indonesia masih
belum memiliki teknologi memadai seperti perbankan konvensional yang bisa
memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanannya.

“Kolaborasi
menjadi jalan keluar yang efisien dari segi biaya dan waktu, dimana perbankan
syariah bisa memanfaatkan inovasi dari perusahaan tekfin. ALAMI sebagai contoh,
telah berhasil menerapkan kolaborasi ini bersama beberapa rekanan institusi
keuangan syariah ternama sejak 2017,” terangnya.

Industri
keuangan syariah di Indonesia pada dasarnya sangat beragam dari segi penyedia
jasa dan layanan mulai dari perbankan, asuransi, multi finance, dana pensiun
sampai manajemen investasi. Secara khusus, pemerintah bahkan telah menyiapkan
peta jalan yang tertuang dalam kerangka Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah
Indonesia 2017-2019.

Sampai dengan
tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset keuangan bank syariah di
Indonesia mencapai Rp897,1 triliun. Nilai aset ini belum termasuk saham dengan
proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp355,9 triliun.

Sementara, Adiwarman Karim, CEO  Karim
Consulting mengemukakan bahwa untuk perbankan syariah mengejar
ketertinggalannya dari perbankan konvensional akan cukup memakan waktu dan
biaya.

“Salah satu
solusi yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan layanan digital yang dimiliki
oleh perusahaan tekfin,” ujarnya.

“Kolaborasi
perbankan dengan tekfin pada dasarnya sudah banyak dilakukan oleh banyak negara
di dunia. Secara spesifik dalam mengembangkan layanan terhadap pasar yang belum
tergarap sebagai inklusi keuangan. Ini merupakan hal yang umum di negara mapan,
maupun negara berkembang,” kata Herston
Powers, Head of Investor Relations and Engagement Tryb Group.

Dima
menambahkan, ALAMI sebagai perusahaan tekfin aggregator berkomitmen
untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah dengan
cara memberdayakan para pengusaha yang berkualitas untuk mengembangkan
usahanya melalui akses pembiayaan yang mudah, dengan basis syariah.

“Kami
berharap bahwa melalui inovasi dan teknologi yang dikontribusikan, ALAMI mampu
merevolusi industri keuangan syariah serta menjadi katalis dalam mengembangkan
ekosistem sharing economy berbasis syariah di Indonesia,”
tutup Dima.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img