Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mampu merealisasikan anggaran
sepanjang tahun 2017 mencapai Rp2,43 triliun atau 92,72% dari pagu yang telah ditetapkan sebesar Rp2,62
triliun. Serapan tahun lalu itu sudah
melampaui persentase angka realisasi anggaran nasional, yaitu 91,76%.
“Penyerapan anggaran di tahun 2017 secara nominal
lebih besar hingga Rp362,69 miliar dibandingkan tahun 2016,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto pada Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI tentang Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (19/7).
Airlangga menyampaikan, mengenai laporan keuangan Kemenperin tahun lalu tersebut, Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Jadi, dari laporan hasil pemeriksaan
tahun 2017, kami meraih opini WTP kesepuluh kalinya berturut-turut,” ujarnya.
Opini WTP merupakan
pernyataan profesional dari BPK terkait kewajaran informasi dalam laporan
keuangan dengan didasarkan empat kriteria. Keempat syarat itu adalah kesesuaian
standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.
Sementara untuk tahun
2018, Menperin menjelaskan, pihaknya terus berupaya lebih mengoptimalkan
serapan anggaran yang telah disetujui DPR RI sebesar Rp2,8 triliun.
“Dana tersebut disalurkan dalam program prioritas untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri,
pengembangan teknologi dan kebijakan industri, serta penumbuhan dan pengembangan
industri kecil dan menengah (IKM),” paparnya.
Guna meningkatkan kinerja
serapan anggaran Kemenperin tahun ini, Airlangga mengaku akan terus melakukan
koordinasi internal, seperti pemantauan pengadaan barang dan jasa untuk
mendorong
percepatan realisasi anggaran khususnya belanja modal.
“Selain itu, koordinasi
dengan Kementerian
Keuangan terkait dengan pencairan revisi anggaran untuk kegiatan yang
memerlukan penyesuaian dan pencairan tanda bintang,” tuturnya.
Dari hasil kesimpulan raker kali ini, yang dibacakan
oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana selaku pimpinan
rapat, Komisi VI DPR mengapresiasi realisasi anggaran Kemenperin Tahun 2017
sebesar Rp 2,43 triliun atau 92,72% dari pagu anggaran sebesar Rp 2,62 triliun.
“Selanjutnya, Komisi VI DPR mengapresiasi upaya yang telah dilakukan
Kemenperin untuk percepatan realisasi anggaran tahun 2017, serta kebijakan
penyerapan anggaran tahun 2018,” ujar Azam. Komisi VI DPR.
(TOP)




