Moneter.id – PT
Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,576 triliun pada
akhir semester I/2018. Laba ini tumbuh 49.5% dibanding periode yang sama tahun
2017 sebesar Rp1,723 triliun.
“Pertumbuhan
positif juga terjadi pada pendapatan perseroan di semester I/2018 sebesar
Rp10,52 atau mengalami naik 17,54% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang
sebesar Rp8,95 triliun,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin
(23/7).
Namun,
disebutkan, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 8,52% dari Rp5,622
triliun menjadi Rp6,1 triliun pada akhir Semester I/2018. Sedangkan kewajiban
tercatat sebesar Rp7,681 atau mengalami penurunan 5,8% dibanding akhir tahun
2016 sebesar Rp8,18 triliun.
Sementara,
ekuitas tercatat sebesar Rp12,9 triliun atau mengalami penurunan 5,8% dibanding
akhir tahun 2017 yang tercatat Rp13,799 triliun.
Ada
pun aset emiten tambang PTBA tercatat sebesarRp20,6 triliu atau turun 5,9%
dibanding akhir tahun 2017 yang sebesar Rp21,98 triliun.
Tahun
ini, perseroan menargetkan penjualan batu bara menjadi 25,88 juta ton. Sebanyak
53% atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47% atau 12,15 juta ton untuk
ekspor.
Sebelumnya,
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin mengatakan, target tersebut ditopang oleh
rencana penjualan ekspor untuk batu bara medium
to high calorie ke premium market,
seiring dengan membaiknya harga batu bara dan kenaikan permintaan batu bara.
“Untuk
rencana penjualan, ekspor batu bara
medium to high calorie sebagai upaya PTBA dalam mengompensasi aturan harga
batu bara DMO (Domestic Market Obligation),” ujarnya.
Ia
mengaku, untuk aturan harga DMO kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
yang ditetapkan pemerintah dengan menjual 25% dari jumlah produksi, tidak
terlalu berpengaruh terhadap PTBA. ”Harga
DMO tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap kinerja perseroan. Karena ini
aturan pemerintah, kami harus ikuti,”ujarnya.
Tahun
ini, PTBA juga terus mengembangkan usaha diversifikasi batu bara. Salah satunya
pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.
Sekedar
informasi, PTBA mentargetkan produksi tahun ini sebesar 25,54 juta ton atau
naik 17% dari rencana tahun sebelumnya, 21,92 juta ton.
Untuk
mendukung target penjualan, PTBA menargetkan angkutan batu bara dari lokasi
tambang sebesar 23,10 juta ton dengan masing-masing 19,40 juta ton ke Pelabuhan
Tarahan, Lampung dan 3,70 juta ton ke dermaga Kertapati, Palembang.”Jumlah ini
meningkat 13% dari target tahun 2017 sebesar 20,50 juta ton,” pungkasnya.
(TOP)




