Sabtu, Maret 7, 2026

BPS: Agustus 2018 Alami Deflasi 0,05 Persen

Must Read

Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya deflasi
sebesar 0,05% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,07 berdasarkan
perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2018

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan dengan deflasi 0,05%
ini berarti tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2018) sebesar 2,13%
dan (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 3,20%.

“Angka ini menggembirakan karena masih berada di
bawah target 3,50%. Jadi kami harapkan ke depan inflasi tetap akan terkendali
sehingga target yang dipasang bisa dicapai,” ucapnya di Jakarta, Senin
(3/9).

Ia menjelaskan deflasi ini terutama dipengaruhi oleh
penurunan harga telur ayam, bawang merah, dan tarif angkutan udara.

“BPS mencatat telur ayam ras terjadi penurunan harga 0,06%
di 62 kota IHK, bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,05% di 75 kota
IHK, dan tarif angkutan udara memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,03%,”
bebernya.

Sementara itu, lanjutnya, kelompok yang menjadi
penghambat deflasi adalah pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang pada Agustus
2018 mengalami inflasi sebesar 1,03%.

“Faktor dominan memberikan sumbangan inflasi adalah
naiknya biaya sekolah, diantaranya uang sekolah SD sebesar 0,03%, uang sekolah
SMP sebesar 0,02%, dan uang sekolah SMA sebesar 0,01%,” jelas Suhariyanto.

BPS juga mencatat bahwa dari 82 kota IHK, 52 kota
mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di
Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, sebesar 2,49% karena penurunan harga ikan segar dan
angkutan udara.

Sementara inflasi tertinggi terjadi Tarakan sebesar 0,62
dan inflasi terendah terjadi di Medan dan Padangsidimpuan masing-masing sebesar
0,01%.

Kemudian, menurut catatan BPS, komponen inti pada Agustus
2018 mengalami inflasi sebesar 0,30% atau terjadi kenaikan indeks dari 124,94
pada Juli 2018 menjadi 125,32 pada Agustus 2018.

Komponen yang harganya diatur pemerintah (administered
prices) dan komponen yang harganya bergejolak (volatile prices) mengalami
deflasi masing- masing sebesar 0,06% dan 1,24%.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img