Kamis, Maret 5, 2026

OnlinePajak Prakarsai Terbentuknya Sekolah Coding Gratis di Indonesia

Must Read

Moneter.id – Menteri Komunikasi dan
Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengapresiasi sekolah coding gratis
L’Académie sebagai bagian upaya membangun ekosistem ekonomi digital di
Indonesia.

“Salah satu pilar ekonomi
digital adalah talent untuk mengisi ekosistem ekonomi digital. Saya
mengapresasi upaya untuk memberikan dukungan penyediaan sumber daya manusia
dalam ekonomi digital,” kata Rudiantara saat bersama Menteri Ekonomi Digital
Prancis Mounir Mahjoubi usai menyaksikan penandatanganan Kerja Sama
Indonesia–Perancis untuk pembentukan Sekolah 
Coding Gratis di
Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (17/9).

Penandatangan dilakukan
bersama oleh Charles Guinot (OnlinePajak), Gita Wirjawan (Ancora), Guillaume
Catala (EWS), bersama dengan Oliver Ducourant yang mewakili 42, sebuah badan
nirlaba di Prancis pemilik konsep belajar yang akan dipakai di L’Académie.

Menteri Kominfo Rudiantara
menyambut baik pengembangan kerja sama Indonesia-Prancis dalam membentuk
sekolah pemrograman di Indonesia. “Sekolah coding L’Académie merupakan sinergi
konkret insan kreatif kedua bangsa di dalam mengembangkan dunia pendidikan dan
ekonomi digital di Indonesia,” ungkapnya.

Rudiantara mengharapkan
kerja sama itu akan bermanfaat bagi kemajuan Indonesia dan bisa mempererat
hubungan bilateral kedua negara. “Semoga memberikan kontribusi untuk memperkaya
kualitas sumber daya manusia di Tanah Air. Saya harap kerja sama ini akan terus
berlanjut dan semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara,” tutur
Rudiantara.

Sementara, Founder dan
Direktur OnlinePajak Charles Guinot mengatakan, L’Académie didirikan
sebagai bentuk dukungan OnlinePajak untuk ikut memajukan ekosistem ekonomi
digital di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi
dukungan yang disediakan pemerintah untuk keberhasilan studi generasi penerus
bangsa, terutama dalam menyediakan sumber daya di ekosistem 
startup,”
ujar Charles.

Seperti halnya layanan
hitung-setor-lapor pajak di OnlinePajak yang gratis bagi siapapun, peserta
didik L’Académie tidak akan dipungut biaya sepeserpun. “Layanan pendidikan sama
dengan layanan administrasi perpajakan, harus gratis,” tambah Charles.

Sementara itu,
Pendiri Ancora Group dan Ancora Foundation sekaligus Komisaris OnlinePajak Gita
Wirjawan sangat mendukung terbentuknya L’Académie sebagai wujud tanggung jawab
dan kontribusi dunia usaha di dalam meningkatkan ketahanan dan pembangunan
ekonomi Indonesia di masa mendatang, yang mana akan banyak mendapat disrupsi
dari cepatnya perkembangan dunia informasi dan teknologi (IT).

“Saya berharap Indonesia
akan dikenal sebagai salah satu pemasok 
programmer unggul yang
sangat dibutuhkan di era industri digital saat ini, sekaligus tujuan investasi
yang kondusif bagi dunia, ujar Gita Wirjawan.

Di kesempatan yang sama,
co-founder L’Académie Guillaume Catala (EWS, Co-Founder dari G20 Young
Entrepreneurs Alliance di Indonesia yang aktif dalam beberapa kegiatan
bilateral ekonomi kreatif) mengatakan pendidikan dan teknologi adalah dua hal
yang berperan penting dalam membuat suatu negara terus maju berkembang.

Menurutnya, Indonesia kaya
dengan bibit unggul di dunia teknologi informatika. L’Académie dibuat dengan tujuan
untuk mendukung pertumbuhan potensi ekosistem digital secara keseluruhan di
Indonesia.

L’Académie akan mengadopsi
model edukasi dari 42–sekolah IT di Prancis yang telah membuktikan
kesuksesannya di Amerika Serikat, Amerika Selatan, Ukraina, dan Rumania, dengan
mengimplementasikan 
french excellence dalam standar kualitas
pendidikannya.

“Tidak ada syarat khusus
atau batasan ijazah, hanya tes masuk yang perlu diikuti untuk bergabung di
L’Académie. Metode pengajaran dan fasilitas intranet akan sama dengan yang ada
di 42.” ujar Olivier Ducourant dari 42.

Ancora Foundation didirikan
dengan misi untuk membantu pendidikan di berbagai tingkatan untuk memperbaiki
kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Ancora Foundation banyak memberi
sponsor dan pelatihan untuk guru-guru dari 450 Taman Kanak-Kanak untuk murid
yang kurang mampu melalui Sekolah Rakyat Ancora yang digagasnya.

Yang unik dari L’Académie adalah
metode belajarnya yang 
teacher-free, peer-to-peer
learning concept 
and project-based learning
yang sudah diimplementasikan oleh 42 di banyak negara lainnya. 
Para
siswa dapat bertukar pikiran dengan siswa berkualitas lainnya secara fleksibel
selama 24 jam. Tidak perlu repot, karena sifatnya yang digital, peserta hanya
perlu membuka laptop dan mengakses platform belajar.

Mulai September 2019,
sebanyak 150 peserta didik akan mengikuti program tiga tahun, dengan proses
belajar gamifikasi sehingga menjadi lebih menarik. Puncaknya, mereka akan
mendapatkan tempat magang dan bekerja di perusahaan terpilih. Menjadi peserta
didik juga merupakan wujud nasionalisme karena terlibat dalam inisiasi untuk
mengembangkan diri dan Tanah Air.

Pendidikan yang akan
menopang peradaban bangsa. Mengutip perkataan Bung Karno, membangun karakter
bangsa hanya bisa melalui pendidikan. OnlinePajak yang merupakan salah
satu 
startup penyedia aplikasi pengelolaan pajak alternatif
DJP, akan terus berkomitmen menelurkan inisiasi positif demi Indonesia yang
lebih baik lagi.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

2.280 Ton Beras Premium RI Mulai Dikirim ke Arab Saudi

Pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak kurang lebih 2.280 ton ke Arab Saudi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img