Rabu, Januari 28, 2026

Menperin: IKM Berperan Penting Bikin Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Must Read

Moneter.id – Indonesia berpeluang besar menjadi kiblat fesyen muslim
di dunia pada tahun 2020. Selain didukung dengan kekuatan pasar sebagai salah
satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia
juga sudah punya berbagai jenis industri fesyen yang berdaya saing global.

“Di samping itu, desainer-desainer kita semakin tumbuh
dan berkembang. Dan, kami melihat industri fesyen merupakan sektor yang mampu
meningkatkan nilai tambah dari industri tekstil. Makanya, ini yang perlu terus
didorong,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai membuka secara
resmi gelaran
Indonesia Moslem Fashion Expo 2018
di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (1/10).
 

Menperin menjelaskan, industri fesyen dikategorikan
sebagai salah satu sektor strategis dan prioritas dalam pengembangannya. Hal
ini lantaran telah mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian
nasional.
 

“Industri fesyen menjadi penghasil devisa cukup besar,
dengan nilai ekspor pada Januari-Juli 2018 mencapai USD8,2 miliar atau tumbuh
8,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.
 

Sepanjang tahun 2017, tercatat nilai ekspor produk fesyen
nasional tembus hingga USD12,23 miliar. “Dengan performance tersebut, menunjukkan bahwa produk fesyen kita sudah
diakui kualitasnya dan banyak diminati oleh mancanegara,” tegas Airlangga.
 

Saat ini, kata Airlangga, market share produk fesyen Tanah Air mampu menguasai 1,9 persen
dari pasar dunia. Capaian itu menempatkan Indonesia masuk dalam jajaran lima
besar dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang menjadi
pengekspor fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko,
dan Pakistan.
 

“Kami terus memperluas pasar ekspor, yang selama ini
masih didominasi ke negara-negara sekitar seperti Asean dan negara-negara di
Timur Tengah,” imbuhnya.
 

Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar
fesyen muslim dunia pada tahun 2020 akan mencapai USD327 miliar. “Peluang pasar
ini yang perlu kita rebut, karena industri fesyen kita sudah mampu kompetitif
di kancah internasional termasuk peran dari sektor industri kecil dan menengah
(IKM),” paparnya.
 

Oleh karena itu, Kemenperin semakin memacu daya saing IKM
dan desainer fesyen muslim di Indonesia, untuk terus berinovasi, meningkatkan
produktivitasnya serta memperkuat brand-nya sehingga mampu menembus pasar
ekspor. Apalagi, saat ini bergulirnya era revolusi industri 4.0 menuntut pelaku
usaha agar memanfaatkan teknologi digital atau mengintegrasikan internet dengan
lini produksinya.
 

Menperin meyakini, penerapan industri 4.0 dapat
meningkatkan efisiensi, produktvitas, dan kualitas bagi sektor manufaktur. “Di
dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, satu dari lima sektor yang akan menjadi
pionir implementasi industri 4.0 adalah industri tesktil dan pakaian. Ini juga
akan menjadi potensi pengembangan bagi industri fesyen muslim di Indonesia,”
paparnya.
 

Sementara, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati
Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya terus berupaya untuk
mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam memajukan industri busana muslim nasional. Salah satu langkah
strategisnya, yakni
melalui
kemitraan desainer dengan pelaku IKM fesyen di dalam negeri.
 

“Kami aktif mendorong terciptanya ekosistem bisnis di
sektor IKM fesyen muslim. Selain itu, kami memfasilitasi desainer kita terlibat
di berbagai pameran dan fashion show
baik di dalam maupun luar negeri, sehingga visi Indonesia menjadi kiblat fesyen
muslim dunia dapat terwujud,” tuturnya.
 

Dalam hal ini, Indonesia Moslem Fashion Expo 2018 menjadi momen tepat untuk
mempromosikan berbagai produk fesyen muslim Indonesia ke masyarakat luas.
Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama Kemenperin dengan para
desainer yang tergabung dalam tim Modest Fashion Project (MOFP). Selain itu
juga didukung oleh Wardah Kosmetik, PT. Shafco Coorporation, PT. Faber Castell
Indonesia, Sparks Fashion Academy, dan
CV. Helloholo Group.
 

Pameran yang berlangsung selama enam hari, tanggal 1-6
Oktober 2018 di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta ini
diikuti sebanyak 50 brand yang
terdiri dari IKM fesyen, perhiasan, aksesoris, dan kosmetika. Selain pameran,
juga dilaksanakan lomba fashion show dan mewarnai pada Sabtu, 6 Oktober 2018
dengan target peserta sebanyak 1000 orang.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img