Senin, Maret 2, 2026

Jaring Investasi Rp 17,01 Triliun, Wakil Walkot: Bekasi Berpotensi Jadi Ladang Investasi

Must Read

Moneter.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, telah menjaring investasi
senilai Rp17,01 triliun dari sekitar 4.000 perusahaan domestik dan mancanegara sepanjang
2018.

“Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Bekasi tergolong sangat baik,
yaitu 5,73% yang merupakan tertinggi di Jawa Barat,” kata Wakil wali Kota
Bekasi Tri Adhianto, Sabtu (6/10).

Tri menjelaskan, Kota Bekasi sangat berpotensi menjadi ladang
investasi bagi para pelaku usaha dengan didukung laju inflasi terendah di Jawa
Barat yang hanya 3,01% yang lebih rendah dari Kota Bandung yang mencapai 3,46%.

“Pada prinsipnya para investor mau menanamkan modalnya
di satu daerah dengan syarat adanya kepastian hukum. Kota Bekasi termasuk salah
satu daerah yang memiliki iklim kondusif untuk berinvestasi melalui simplikasi
perizinan, kemudahan akses layanan, penunjang transportasi, dan perlindungan
hukum,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bekasi, Lintong Ambarita, mengatakan
pascadiraihnya predikat terbaik pertama sebagai kantor layanan pemerintah
daerah di Jawa Barat pada 2018, pihaknya terlecut untuk terus menggenjot
kinerja layanan dengan menangkap peluang investasi pada 2018 yang diproyeksikan
berkisar Rp7,1 triliun.

Keyakinan investor nasional dan luar negeri terhadap iklim
ekonomi di Kota Bekasi telah dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah
penerbitan perizinan kepada pemohon sejak 2013. Pada 2013 sebanyak 41.444 izin,
2014 sebanyak 42.272 izin, 2015 sebanyak 53.220 izin, 2016 sebanyak 57.025
izin, dan 2017 42.821 izin. 
“Totalnya sudah 236.782 perizinan yang hingga kini telah
diterbitkan Pemkot Bekasi,” katanya.

Pihaknya sukses menyedot investasi selama tahun 2017 sebesar
Rp14,1 triliun lebih atau melebihi target sebesar Rp6,5 triliun.

Tingginya animo para investor itu berhasil dijaring pihaknya
melalui penyediaan instrumen layanan, di antaranya Mal Pelayanan Publik (MPP)
yang secara perdana bergulir sejak 12 Februari 2018 bertempat di Bekasi
Junction Pasar Proyek Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur. 

“Simplikasi layanan yang dikonsep secara terpadu dengan
melibatkan banyak instansi layanan pemerintah itu pun sukses menggaet animo
masyarakat hingga sekarang,” jelasnya.

Berangkat dari situasi itu, Dinas PMPTSP Kota Bekasi tengah
mempersiapkan sarana dan prasarana untuk memperluas Mal Pelayanan Publik di
wilayahnya. Rencananya, akan tambah empat lokasi baru di Kota Bekasi, seperti
di Plaza Pondokgede (Transmart) Kecamatan Pondokgede, Kecamatan Bantargebang,
Plaza Cibubur Kecamatan Jatisampurna, dan Harapan Indah Kecamatan Medansatria.

“Semangatnya adalah mendekatkan pelayanan kepada
masyarakat. Kota Bekasi ini ada 56 kelurahan dan 12 kecamatan dengan populasi
penduduk yang mencapai 2,7 juta jiwa. Kalau cuma satu MPP-nya kasihan juga
warga yang jangkauannya jauh harus datang ke MPP eksisting saat ini,”
katanya.

Layanan MPP itu juga akan menghadirkan perpanjangan Surat
Izin Mengemudi dan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian hingga Unit
Reaksi Cepat DPMPTSP akan disiapkan di lokasi baru nanti.

Adapun layanan lain dari Pemkot Bekasi tersebut antara lain
beragam dokumen kependudukan, perizinan, pembayaran pajak kendaraan, dan masih
banyak lagi.

 

(TOP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img