Kamis, Maret 5, 2026

Bank Dunia Beri Pinjaman USD 1 Miliar ke Indonesia

Must Read

Moneter.id – Bank Dunia (Word Bank) berkomitmen memberikan
bantuan pinjaman sebesar USD 1 miliar untuk membantu Indonesia dalam proses
rekonstruksi pasca terjadinya bencana alam di Lombok dan Palu serta memperkuat
ketahanan jangka panjang.


“Upaya pemerintah untuk memulihkan daerah terdampak
sudah sangat baik. Kami memberikan bantuan ini untuk memberikan dukungan yang
dibutuhkan Indonesia,” kata Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina
Georgieva, di Nusa Dua, Bali dilansir Antara, Minggu  (14/10).

Bantuan ini bisa langsung dicairkan sesuai dengan permintaan
pemerintah dan didukung oleh pinjaman yang telah diberikan sebelumnya sebesar
lima juta dolar agar pemulihan bencana alam dapat berjalan dengan baik.

Paket pinjaman mencakup pemberian uang tunai kepada 150.000
keluarga miskin yang terdampak dalam bencana alam untuk jangka waktu enam bulan
hingga setahun.

Skema jaminan sosial ini didesain untuk memperkuat ekonomi
lokal dan menciptakan lapangan kerja selama masa pemulihan berlangsung serta
mencegah terjadinya kerusakan modal manusia dalam jangka panjang.

Paket senilai USD1 miliar ini juga dapat dimanfaatkan untuk
program pemulihan bencana untuk pembiayaan fasilitas publik dan infrastruktur
penting lainnya. 
Infrastruktur terdampak yang dapat memanfaatkan bantuan
tersebut antara lain rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan raya, jalan tol dan
sarana penyediaan air.

Selain itu, bantuan tersebut dapat memperkuat pengawasan dan
sistem peringatan dini, memperkuat proses rekonstruksi rumah dan membangun
kembali lingkungan infrastruktur dan jasa. 
Bank Dunia memperkirakan kerugian untuk kerusakan geospasial
maupun infrastruktur, bangunan dan rumah tinggal yang terdampak tsunami di Palu
mencapai 531 juta dolar AS atau Rp8,1 triliun.

Rinciannya adalah untuk rumah tinggal 181 juta dolar AS atau
Rp2,75 triliun, bangunan 185 juta dolar AS atau Rp 2,82 triliun dan
infrastruktur 165 juta dolar AS atau Rp2,5 triliun.

Perkiraan tersebut tidak termasuk penghitungan korban jiwa,
kehilangan lahan atau gangguan ekonomi akibat mata pencaharian yang hilang.

Dalam kesempatan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan
komitmen dari Bank Dunia ini bisa memperkuat upaya untuk meningkatkan ketahanan
maupun memperbaiki tindakan penanganan bencana alam. 
Namun, ia memastikan pencairan dana bantuan dan
pemanfaatannya harus melalui proses diskusi dengan pihak parlemen.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

2.280 Ton Beras Premium RI Mulai Dikirim ke Arab Saudi

Pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak kurang lebih 2.280 ton ke Arab Saudi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img