Moneter.id – Tepat
hari ini, Sabtu (20/10) Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil
Presiden Jusuf Kalla (JK) genap empat tahun memimpin Indonesia.
“Ada
lima besar indikator ekonomi yang disasar oleh pemerintah selama 4 tahun ini,”
kata Staf khusus (Stafsus) Presiden Jokowi, Ahmad Erani Yustika di Jakarta,
Sabtu (20/10).
Pertama, lanjut Erani, menjaga
stabilitas makroekonomi untuk memerbaiki kualitas pembangunan seperti
kemiskinan, pengangguran, inflasi, investasi, dan lain-lain.
“Kedua, mengarusutamakan agenda keadilan
ekonomi yang sebelum ini rumit untuk dieksekusi (mengurangi ketimpangan),”
kata Erani. Ketiga, katanya, mempersiapkan
dasar-dasar pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Kemudian,
kata Erani adalah membangun kemandirian ekonomi yang tertunda begitu lama. “Kelima,
memerkuat tata kelola pembangunan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas
dapat dipenuhi,” imbuhnya.
Dia
membenarkan, terdapat turbulensi ekonomi dalam pemerintahan Jokowi-JK. Namun,
dengan mitigasi kebijakan yang memadai, pada 2016 terjadi titik balik ketika pertumbuhan
ekonomi naik menjadi 5,03%.
“Pada
tahun itu ‘kutukan pertumbuhan ekonomi yang makin menurun’ bisa dihentikan
(sejak 2011). Berikutnya, pada 2017 naik tipis menjadi 5,07% dan diproyeksikan
pada 2018 ini pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2%,” jelasnya.
Sementara
itu, pada saat yang sama inflasi dapat ditekan ke level dibawah 4% selama 3
tahun berturut-turut. Pada 2015 inflasi 3,35%, 2016 inflasi 3,02%, dan 2017 inflasi
3,61%. Dia pun memperkirakan pada 2018 inflasi hanya sebesar 3%.
“Ini
sejarah baru di mana pemerintah bisa mengelola stablitas harga yang selama ini
sulit dilakukan,” pungkasnya.
(TOP)




